Definisi
Pendapatan marjinal (marginal revenue atau MR) adalah uang tambahan yang didapatkan oleh sebuah bisnis dengan menjual tepat satu unit produk atau layanan tambahan.
Jika Anda menjual 10 kemeja dan kemudian memutuskan untuk menjual kemeja ke-11, pendapatan marjinal adalah jumlah kenaikan total pendapatan Anda akibat penjualan kemeja ke-11 tersebut.
Rumus Marginal Revenue (MR)
Rumusnya cukup sederhana:
(Pendapatan Marjinal = Perubahan Total Pendapatan / Perubahan Kuantitas)
Untuk memahami cara kerja marginal revenue (pendapatan marjinal) di dunia nyata, kita harus melihat jenis pasar tempat barang tersebut dijual, dan sifat barang itu sendiri.
Sifat Marginal Revenue Terhadap Jenis Barang
Marginal revenue akan jadi sangat berbeda bagi seorang petani gandum, maskapai penerbangan, perusahaan software, dan perusahaan seperti Apple. Berikut ini pembahasannya.
1. Komoditas (Penerima Harga / The Price Taker)
Contoh: Gandum, tembaga mentah, kedelai generik, minyak mentah.
Ketika Anda menjual komoditas murni, produk Anda identik dengan milik orang lain. Jika harga pasar global untuk satu ton gandum adalah Rp4.000.000, Anda tidak bisa membebankan harga Rp4.050.000 (tidak ada yang akan beli) dan tidak ada alasan untuk membebankan Rp3.950.000 (Anda sudah bisa menjual semua stok Anda di harga pasar).
- Cara kerja MR di sini: Marginal revenue Anda sama persis dengan harga jual.
- Kenyataannya: Jika Anda menjual ton gandum ke-1.000, Anda mendapat Rp4.000.000. Jika Anda menjual ton ke-1.001, Anda juga mendapat Rp4.000.000. Kurva MR sepenuhnya datar.
2. Barang Terdiferensiasi (Penentu Harga / The Price Maker)
Contoh: iPhone, kendaraan listrik khusus, pakaian desainer.
Perusahaan-perusahaan ini memiliki kekuatan pasar karena barang mereka unik atau memiliki merek yang kuat. Jika Apple ingin menjual 10 juta iPhone, mereka bisa mematok harga Rp20.000.000. Tapi jika mereka ingin menjual 50 juta iPhone, mereka harus menurunkan harganya menjadi Rp15.000.000 untuk menjangkau pelanggan dengan anggaran yang lebih kecil.
- Cara kerja MR di sini: Marginal revenue lebih rendah dari harga jual.
- Kenyataannya: Untuk menjual tambahan ponsel tersebut, Apple harus menurunkan harga secara menyeluruh. Hilangnya potensi pendapatan dari ponsel yang seharusnya bisa dijual dengan harga lebih tinggi akan menggerus pendapatan yang diperoleh dari penjualan unit-unit baru tersebut.
3. Barang Digital & Perangkat Lunak (Skala Biaya Nol)
Contoh: Langganan Netflix, lisensi Microsoft Office, video game digital.
Produk-produk ini sangat unik karena membutuhkan biaya miliaran rupiah untuk membuat unit pertama (menulis kode perangkat lunak, syuting film), tetapi hampir Rp0 untuk membuat atau menggandakan unit berikutnya.
- Cara kerja MR di sini: Marginal revenue sepenuhnya didorong oleh biaya akuisisi pengguna dan tingkat langganan, sementara marginal cost (biaya marjinal) turun menjadi nol.
- Kenyataannya: Jika sebuah studio game menurunkan harga produk mereka dari Rp800.000 menjadi Rp400.000 saat diskon besar, MR mereka memang turun. Namun karena mereka tidak mengeluarkan biaya produksi apa pun untuk menghasilkan sebuah unduhan digital, marginal revenue berapapun di atas nol adalah keuntungan murni. Inilah sebabnya barang digital sering mendapat diskon ekstrem hingga 80%, sedangkan barang fisik (seperti mobil) hampir tidak pernah.
4. Barang yang Sensitif Terhadap Waktu (Penetapan Harga Dinamis)
Contoh: Kursi pesawat, kamar hotel, tiket konser, produk segar.
Kursi kosong di penerbangan yang akan lepas landas dalam lima menit akan menjadi sama sekali tidak berharga. Industri ini menggunakan algoritma untuk terus menyesuaikan harga berdasarkan waktu dan sisa ketersediaan.
- Cara kerja MR di sini: Marginal revenue berfluktuasi secara liar tergantung pada waktu.
- Kenyataannya: Dua bulan sebelum penerbangan, maskapai mungkin menghitung bahwa MR dari penjualan satu kursi adalah Rp5.000.000. Lima jam sebelum penerbangan, jika pesawat baru terisi setengah, MR dari kursi yang sama turun drastis. Mereka mungkin memangkas harga menjadi Rp1.000.000 hanya untuk mendapatkan sedikit pendapatan, karena biaya marjinal untuk menerbangkan satu orang tambahan (beberapa liter bahan bakar dan sebungkus makanan ringan) sangatlah kecil.
Kesimpulan
Perusahaan menggunakan marginal revenue bersamaan dengan marginal cost (biaya marjinal, yaitu biaya untuk memproduksi satu unit tambahan) untuk menemukan titik keuntungan paling ideal (sweet spot).
Rumus umumnya adalah adalah bahwa sebuah perusahaan akan mencapai keuntungan maksimal (memaksimalkan laba) tepat pada titik di mana Marginal Revenue = Marginal Cost (MR = MC).
Jika MR masih lebih tinggi daripada MC, Anda harus terus memproduksi dan menjual. Namun, di saat memproduksi satu unit tambahan memakan biaya yang lebih besar daripada uang yang dihasilkannya (MC > MR), saat itulah Anda harus berhenti menambah produksi.

