Pernahkah pesanan masuk ke toko online Anda lebih banyak daripada stok yang ada di gudang, sehingga Anda harus meminta maaf kepada pembeli yang sudah membayar? Kondisi ini disebut overselling, dan biasanya bukan soal barang yang kurang, melainkan soal data stok yang terlambat memberi tahu semua kanal penjualan.

Artikel ini membahas pengertian overselling, penyebab, dampak, dan perbedaannya dengan stock out, lengkap dengan contoh hitungan dan cara mencegahnya.

Apa Itu Overselling?

Overselling adalah kondisi ketika jumlah pesanan yang diterima melebihi stok yang benar-benar tersedia, sehingga sebagian pesanan harus dibatalkan atau ditunda. Kondisi ini paling sering muncul pada bisnis yang menjual di banyak kanal sekaligus, tetapi juga bisa terjadi di toko fisik atau distributor jika penjualan tidak langsung mengurangi stok.

Apa Bedanya Overselling dengan Stock Out?

Overselling bisa dipahami sebagai stock out yang tidak terlihat. Pada stock out, listing menampilkan "habis". Pada overselling, listing tampak tersedia, sehingga pembeli sudah membayar sebelum pesanan dibatalkan.

AspekStock outOverselling
KondisiStok nol, permintaan tidak bisa dilayaniPesanan diterima melebihi stok yang tersedia
Terlihat oleh pembeliYa, produk tampil habisTidak, produk tampak tersedia
Akar masalahPengadaan: pemesanan ulang terlambat, safety stock kurangData: stok tidak sinkron, pesanan belum dikurangkan
Dampak ke pembeliTidak bisa membeliSudah membayar, lalu dibatalkan
Dampak ke penjualPenjualan hilangPenjualan hilang, ditambah refund, rating turun, risiko penalti
Pencegahan utamaSafety stock dan reorder pointSinkronisasi real-time, reservasi stok, alokasi kanal

Keduanya bisa terjadi bersamaan, dan mencegah overselling sering kali berarti mengubahnya menjadi stock out yang terlihat, yang jauh lebih murah. Untuk sisi pengadaan, baca artikel apa itu stock out dan safety stock Ukirama.

Apa Penyebab Overselling?

Mengapa pesanan bisa melebihi stok padahal data stok sudah ada? Karena data itu sering terlambat atau salah hitung.

PenyebabBagaimana terjadi
Jeda sinkronisasi antar kanalSatu kanal menjual, kanal lain belum memperbarui stok
Pencatatan manual atau terpisahPesanan WhatsApp atau toko fisik tidak langsung mengurangi stok
Lonjakan saat promoFlash sale menghasilkan banyak pesanan dalam jeda sinkronisasi
Menampilkan stok fisik, bukan stok tersediaPesanan belum dikirim dan pembayaran tertunda tidak dikurangkan
Data stok tidak akuratSelisih stok sistem dan fisik, seperti dibahas di artikel manajemen stok barang Ukirama

Bagaimana Jeda Sinkronisasi Menyebabkan Overselling?

Contoh: Produk X berstok fisik 20 unit dan dijual di Shopee, Tokopedia, dan situs sendiri dengan harga Rp100.000. Setiap kanal menampilkan 20 unit sampai sinkronisasi berikutnya. Saat flash sale, masuk 12 pesanan di Shopee, 9 di Tokopedia, dan 5 di situs sendiri dalam satu jeda sinkronisasi.

  • Tidak ada kanal yang melewati 20 unit yang ditampilkannya sendiri
  • Total pesanan = 12 + 9 + 5 = 26, padahal stok hanya 20
  • Overselling = 26 - 20 = 6 pesanan, atau 23,1% dari seluruh pesanan
  • Omzet yang harus dibatalkan = 6 x Rp100.000 = Rp600.000

Inilah sebabnya setiap kanal tampak "aman" sendiri-sendiri, padahal totalnya melebihi stok.

Apa Dampak Overselling bagi Bisnis?

Overselling berdampak ke pembeli, akun marketplace, dan kas.

  • Pembatalan dan refund: pada contoh di atas, 6 pembeli menerima pembatalan setelah membayar.
  • Penalti marketplace: Shopee menyebut stok habis sebagai salah satu penyebab pembatalan oleh penjual. Pembatalan dihitung sebagai Tingkat Pesanan Tidak Terselesaikan, yaitu persentase pesanan yang dibatalkan penjual dalam 30 hari terakhir, dan melewati batas menghasilkan poin penalti.
  • Rating dan kepercayaan: pembeli yang dibatalkan cenderung memberi ulasan buruk dan pindah ke toko lain.

Artikel Shopee tersebut menyebut batas 5% untuk toko dengan 100 pesanan atau lebih dan 10% untuk yang di bawahnya sejak Oktober 2018. Ambang ini bisa berubah, jadi cek Seller Centre. Sebagai gambaran, 6 pembatalan dari 100 pesanan sebulan sudah 6%, jadi satu kejadian flash sale saja bisa menekan performa toko.

Bagaimana Cara Mencegah Overselling?

Cegah dengan membatasi janji penjualan pada stok yang benar-benar bisa dipenuhi.

  1. Tampilkan stok tersedia, bukan stok fisik. Rumus umumnya, yang juga dibahas Mecalux, adalah available to promise: stok fisik dikurangi pesanan terkonfirmasi. Kurangi lagi dengan stok tertahan dan buffer kanal.
  2. Reservasi stok pada sinyal pesanan paling awal, lalu lepaskan jika pembayaran gagal atau pesanan dibatalkan, seperti disarankan Channeldock.
  3. Sinkronkan semua kanal dari satu sumber stok, termasuk pesanan WhatsApp dan toko fisik.
  4. Atur buffer atau safety stock per kanal berdasarkan risiko, bukan satu persentase untuk semua produk.
  5. Alokasikan stok per kanal saat promo besar, dengan total alokasi sama dengan stok fisik.
  6. Jaga akurasi stok lewat stock opname berkala.
  7. Gunakan pre-order untuk produk yang belum siap, dengan estimasi waktu yang jelas.
  8. Pantau rasio pembatalan karena stok setiap minggu: pesanan dibatalkan karena stok dibagi total pesanan, dikali 100%. Pada contoh, hasilnya 23,1%.

Contoh stok tersedia: stok fisik 50 unit, 18 unit sudah dipesan tetapi belum dikirim, 4 unit tertahan menunggu pembayaran, buffer 3 unit. Maka stok yang ditampilkan = 50 - 18 - 4 - 3 = 25 unit.

Kembali ke Produk X. Dengan reservasi real-time, pesanan ke-21 sampai ke-26 melihat "habis", sehingga ada 0 pembatalan dan 6 calon pembeli yang tidak terlayani, yaitu stock out yang terlihat. Dengan alokasi 8, 8, dan 4 unit per kanal, total terjual tetap 20 unit tanpa pembatalan, tetapi stok bisa menganggur di kanal yang sepi sehingga alokasi perlu ditinjau berkala.

Bagaimana Sistem Membantu Mencegah Overselling?

Apakah spreadsheet mampu mengurangi stok di semua kanal pada detik yang sama? Hampir mustahil saat pesanan datang bersamaan.

Dengan Ukirama ERP, stok ter-update dari setiap transaksi, dan Anda mendapat peringatan stok menipis lewat fitur buffer stock. Ukirama ERP juga memantau stok multigudang dan stok dalam perjalanan (in transit), mendukung stock opname lewat barcode, impor Excel, atau API, serta mendukung integrasi dengan POS dan API. Untuk memahami alur pesanan multikanal, baca artikel order management system Ukirama, dan konfirmasikan kebutuhan integrasi kanal tertentu, seperti marketplace, langsung dengan tim Ukirama.

Kesimpulan

Overselling adalah stock out yang tidak terlihat, dan akarnya ada pada data stok yang terlambat atau tidak sinkron antar kanal, bukan pada kekurangan barang semata. Jika Anda ingin menjaga stok tetap akurat di banyak gudang dan kanal, konsultasikan kebutuhan bisnis Anda dengan tim Ukirama ERP.