banner iklan

Berikut Adalah Pengertian Lead Time dalam Perusahaan Beserta Fungsinya

Gambar Blog Ukirama Berikut Adalah Pengertian Lead Time dalam Perusahaan Beserta Fungsinya

Jika masih bingung bagaimana cara meningkatkan kepuasan pelanggan terhadap produk bisnis Anda, maka lead time adalah salah satu solusi yang harus Anda coba. Ruang lingkupnya tak terbatas. Tak hanya berfokus pada satu sektor saja melainkan juga banyak dipakai dalam semua bidang operasi bisnis. Dan kesemuanya itu akan mengarah pada satu titik fokus yakni untuk meningkatkan customer satisfaction terhadap produk barang atau layanan yang disediakan perusahaan Anda. Penasaran apa sih sebenarnya lead time itu? Simak baik-baik pembahasan lengkap dari kami di bawah ini.

Pengertian Lead Time 

Dalam bahasa Indonesia, lead time seringkali disebut sebagai waktu tunggu. Waktu tunggu yang dimaksud disini kerap dipakai sebagai sebuah metrik atau alat ukur bagi kesuksesan suatu proses bisnis dalam perusahaan. Sementara itu dilansir dari laman investree, lead time diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan atau sudah direncanakan sejak awal hingga proyek terselesaikan. Atau dengan kata lain, istilah ini merujuk pada jumlah waktu antara inisiasi awal dengan penyelesaian proyek. Oleh karena lead time berupa waktu selisih proses awal dengan akhir maka mengurangi lead time bisa berpengaruh terhadap meningkatnya produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Dengan meningkatnya produktivitas maka berpengaruh juga pada meningkatnya pendapatan atau keuntungan yang diperoleh perusahaan. Jadi, semakin singkat lead time, maka semakin meningkat juga keuntungan. Semakin lama lead time, maka semakin tidak efisien dan boros sumber daya yang digunakan oleh perusahaan yang bersangkutan.

Lead Time Pada Perusahaan Jasa

Banyak yang mengidentikkan lead time dengan perusahaan yang memproduksi barang. Bagaimana dengan perusahaan jasa? Apakah lead time pada perusahaan jasa ada? Dilansir dari laman website mas-software, dijelaskan bahwa sebenarnya istilah lead time ini memang biasanya dipakai pada perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa atau manufaktur. Dan pada dasarnya tiap bisnis itu, apapun jenisnya punya lead time. Namun istilah-nya saja yang akan berbeda pada setiap jenis bisnis tergantung pada bidang operasi bisnis yang bersangkutan. Jadi bisa disimpulkan bahwa memang lead time pada perusahaan jasa itu ada. 

Lead Time Dalam Supply Chain Management (SCM) Perusahaan 

Dalam industri manufaktur, lead time didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk membuat suatu produk barang hingga produk tersebut bisa sampai ke tangan pelanggan, termasuk juga dalam hal ini durasi pengirimannya.Sementara dalam konteks order management yang ada pada tiap perusahaan, lead time itu merupakan durasi antara pemesanan produk yang dilakukan oleh pelanggan hingga produk itu sampai kepada mereka. Lantas, bagaimana dengan supply chain management?Dalam bahasa Indonesia-nya diartikan sebagai manajemen rantai pasok, pengertian supply chain management (SCM) secara umum adalah pengelolaan rantai siklus yang lengkap dimulai dengan pengadaan bahan mentah dari supplier, ke kegiatan operasional perusahaan, lalu melewati jalur distribusi hingga produk sampai kepada konsumen.Berdasarkan pada pengertiannya itulah, maka bisa dikatakan bahwa proses physical SCM sangatlah kompleks karena ada banyak mata rantai jaringan yang harus dilalui hingga produk sampai ke tangan pemesan. Nah, dalam proses yang kompleks itulah, ada dua elemen penting yang harus diperhatikan. Keduanya adalah sourcing dan procurement. Sourcing adalah proses pemeriksaan, pemilihan serta pengelolaan pemasok. Sementara itu, procurement management adalah keseluruhan proses bisnis yang lebih berfokus pada penyediaan bahan produksi dengan cepat. Oleh karena begitu banyaknya proses bisnis yang harus dilalui, maka tak heran jika ada banyak perusahaan yang memakai aplikasi atau software supply chain agar bisa mempermudah mengontrol koordinasi dan arus setiap sektor yang berpartisipasi dalam arus mata rantai pasokan. Dengan mengoptimalkan supply chain termasuk penggunaan software supply chain management, maka alur bisnis pun bisa bergerak dengan mudah dan akurat diantara seluruh mata rantai jaringan. 

Lead Time Terhadap Inventori Perusahaan

Dalam dunia bisnis, inventori diartikan sebagai tempat menyimpan stok produk barang yang dihasilkan oleh perusahaan hingga nantinya disalurkan sampai kepada konsumen. Nah, masalah yang kerap dihadapi perusahaan jika berkaitan dengan inventori ini adalah kondisi out of stock barang yang bisa meningkatkan lead time. Berdasarkan hal itu, maka lead time terhadap inventory management itu sangatlah penting untuk diperhatikan karena nantinya bisa mempengaruhi kuantitas bahkan kualitas produk dalam inventori. 

Lead Time Terhadap Planning & Forecasting Management di Perusahaan

Tak hanya itu, lead time juga berpengaruh pada planning & forecasting management. Sebagai informasi, planning dan forecasting management disini berarti merencanakan dan memperkirakan tingkat permintaan produk yang diharapkan dalam periode waktu tertentu dengan menggunakan model pendekatan yang sesuai dengan perilaku aktual data.Perannya sangat penting dalam perusahaan karena bisa menjadwalkan sumber daya apa saja yang tersedia, menentukan sumber daya yang diinginkan serta menyediakan sumber daya tambahan yang berkaitan dengan lead time.

Cara-cara Mengurangi Lead Time

Mengingat pentingnya lead time, lalu adakah cara mengurangi lead time oleh perusahaan distribusi dan/atau perusahaan secara umum? Berikut beberapa diantaranya.1. Kurangi Aktivitas atau Kegiatan yang Tak Bisa Menambah NilaiCara pertama adalah kurangi aktivitas atau kegiatan dalam perusahaan yang tak bisa menambah nilai. Petakan aliran nilai dan buat daftar mengenai mana aktivitas yang bisa atau tak bisa menambah nilai. Hapus yang tidak bisa dan pertahankan aktivitas yang mampu memberikan pengaruh positif pada kualitas produk perusahaan Anda. 2. Ubah Metode Pengiriman BarangCara lainnya adalah ubah metode pengiriman ke metode alternatif yang membuat produk lebih cepat terkirim. Mengubah metode ke cara-cara yang lebih fleksibel dapat mengurangi lead time secara bertahap. 3. Cari Sumber Bahan Baku dari Lokal yang Dekat dengan AndaCara selanjutnya adalah mencari sumber bahan baku yang tersedia dekat dengan tempat bisnis Anda. Bila sebelumnya Anda menggunakan bahan impor, maka harap carilah sumber lokal. Namun tentu saja Anda tak boleh asal pilih karena hal paling penting adalah mempertahankan kualitas bahan baku. Dengan membeli bahan baku dari sumber lokal maka jarak angkutnya pun jadi jauh lebih pendek sehingga waktu pengiriman pun jadi lebih cepat dan alhasil lead time pun jadi berkurang.4. Lakukan Digitalisasi Tracking PengirimanMelakukan peng-update-an pada sistem tracking pengiriman barang hingga pesanan bisa sampai di tangan pemesan juga merupakan salah satu elemen penting dalam distribusi produk yang bisa mempengaruhi berkurangnya lead time. Tak adanya sistem tracking barang seperti ini bisa membuat biaya operasional membengkak, pengiriman terlambat, ada potensi terjadi penyelewengan hingga buruknya customer experience. Jadi, dengan mempunyai sistem pelacakan pengiriman secara digital termasuk di dalamnya shipment tracking akan memungkinkan Anda bisa memantau pengiriman barang mulai dari statusnya, PIC hingga lokasinya secara akurat dan real time. 5. Sampaikan Demand Forecast Anda kepada SupplierDilansir dari Glints, demand forecast yang dimaksud disini adalah bahwa Anda sudah menyimpan stok produk yang cukup banyak pada supplier untuk mewanti-wanti jikalau sekiranya datang pesanan yang membludak menjelang hari-hari tertentu misalnya hari raya keagamaan atau hari libur nasional. Nah, dengan menyimpan serta menyiapkan pesanan yang banyak pada supplier maka lead time produk Anda pun dapat dipersingkat ketika ada pesanan yang masuk secara mendadak. Selain kelima cara diatas, Anda juga bisa melakukan beberapa tips berikut supaya bisa mengurangi lead time, diantaranya adalah sebagai berikut. 

  • Memilih layanan supplier yang bisa diandalkan
  • Menggunakan otomatisasi process
  • Melakukan kitting, sebagai suatu bentuk promosi dengan menawarkan proses pengemasan dan pengiriman produk komplementer dalam satu paket atau bundle
  • Melakukan integrasi vertikal, yaitu dengan menggabungkan dua proses produk yang lokasinya berjauhan 
  • Membagikan data perkiraan persediaan dan penjualan barang dengan supplier

Fungsi Lead Time

Dilansir dari berbagai sumber, setidaknya ada beberapa fungsi lead time dalam dunia bisnis yaitu:Pertama, Sebagai Indikator Pembanding dengan Perusahaan KompetitorSebagai sebuah indikator pembanding dengan perusahaan pesaing. Semakin singkat lead time yang Anda miliki maka semakin unggul pula produk Anda dibanding dengan kompetitor.Kedua, Meningkatkan Customer SatisfactionWaktu lead time yang singkat juga bisa meningkatkan customer satisfaction atau kepuasan pelanggan. Ketika Anda mampu mengirimkan pesanan produk dengan cepat, maka pelanggan pun akan puas. Dan hal itu bisa menjadi alasan penting mengapa mereka tetap setia dengan produk Anda. Bahkan lebih lanjut, faktor kepuasan pelanggan ini juga akan bisa meningkatkan revenue bisnis Anda di masa depan.Selain kedua fungsi diatas, lead time dalam perusahaan atau dunia bisnis juga bermanfaat untuk:

  • Mempermudah inbound marketing dan target marketing perusahaan
  • Mempermudah pemetaan demografis semua calon pembeli atau konsumen Anda
  • Mempermudah komunikasi juga promosi produk Anda kepada para pelanggan yang potensial
  • Mempermudah perusahaan mengetahui siapa saja yang tertarik dengan produk Anda 
  • Mampu meyakinkan calon pelanggan atau konsumen dengan mudah untuk membeli produk Anda

Demikianlah beberapa informasi mengenai lead time dalam perusahaan mulai dari pengertian hingga fungsi dan cara menguranginya. Kesimpulannya, apabila Anda ingin memulai sebuah bisnis maka harap pelajari lead time dengan cermat terlebih dahulu. Alasannya karena konsep ini bisa menentukan sukses tidaknya sebuah perusahaan dapat memperoleh keuntungan semaksimal mungkin nantinya.


You Might Also Like