Jenis Bahan Baku dalam Persediaan Barang Industri

By Martina, 01 Agustus 2019
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share

Sebagian orang menilai ilmu Akuntansi sebagai salah satu cabang ilmu yang rumit karena topik utamanya adalah menghitung nilai aset sebuah perusahaan. Menentukan apakah sebuah perusahaan untung atau justru rugi, juga memastikan apakah benar staff-staff yang melakukan transaksi dan proses produksi setiap harinya jujur dengan melakukan audit. Mungkin Anda yang saat ini menjadi salah satu pelaku industri bisa langsung merekrut akuntan yang sudah memiliki reputasi atau membeli aplikasi terbaik untuk mencatat transaksi perusahaan Anda.


Pada artikel kali ini, Anda akan diperkenalkan dengan jenis-jenis bahan baku berdasarkan dua kategori. Pertama adalah bahan baku berdasarkan industri, dan kedua mengetahui jenis-jenis persediaan bahan baku. Informasi ini akan sangat membantu bagi Anda yang baru saja memulai bisnis dalam skala mikro, kecil hingga menengah. Kenapa? Karena ketiga jenis bahan baku ini akan berpengaruh pada harga jual produk Anda. Sementara industri dengan skala mikro, kecil dan menengah masih sangat bergantung pada harga bahan baku. Jika harga bahan baku utama naik akan menyebabkan kenaikan harga produk.


Lalu dimana fungsi akuntansi? Tentu Anda melihat catatan keuangan dan dapat menganalisa mana dari akun-akun dalam catatan keuangan akuntansi Anda yang mengalami perubahan. Entah itu naik atau itu turun. Dengan demikian, akan semakin mempermudah Anda dan tim dalam mengevaluasi strategi penjualan untuk semakin meningkatkan penjualan pada periode selanjutnya. Jangan sampai hanya menggunakan strategi menaik-turunkan harga, nanti konsumen Anda bisa kabur karena produk yang digunakannya tidak memiliki harga yang pasti.


Industri dan Bahan Baku

Jenis industri yang Anda jalankan akan berhubungan langsung dengan jenis bahan baku yang ada pada perusahaan Anda. Setidaknya ada 10 klasifikasi industri. Biasanya industri diklasifikasikan berdasarkan proses produksi, produk yang dihasilkan, tenaga kerja, lokasi juga jenis klasifikasi lainnya. Tapi yang umum dan penting untuk Anda ketahui adalah industri berdasarkan bahan bakunya. 

  1. Industri dengan Bahan Baku Ekstraktif

Sebagai orang Indonesia yang bangga akan hasil alam yang begitu melimpah Anda pasti pernah mendengar mengenai hasil perikanan, peternakan, pertanian, kehutanan juga pertambangan. Seluruh industri yang bergerak pada bidang dengan bahan baku utama dari hasil-hasil alam tersebut diklasifikasikan sebagai industri dengan bahan baku ekstraktif. Industri dengan bahan baku ekstraktif adalah industri yang bahan baku utamanya tersedia langsung dari alam. Seperti contoh-contoh yang sudah disebutkan tadi.


  1. Industri dengan Bahan Baku Non-Ekstraktif

Lanjut, ke jenis industri yang kedua yaitu industri non-ekstraktif dimana industri ini adalah industri pengolahan bahan-bahan ekstraktif tadi. Misalnya hasil alam dari industri kehutanan akan dibuat menjadi kayu lapis. Atau, industri dari pertanian dan perkebunan menjadi kain yang selanjutnya mendorong industri tekstil. Jenis industri ini memfasilitasi Anda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan furniture, kebutuhan pakaian sampai kendaraan.


  1. Industri dengan Bahan Baku Fasilitatif

Terakhir adalah industri fasilitatif. Jika Anda memiliki rekening bank atau pernah mengirimkan barang menggunakan jasa ekspedisi atau membeli polis asuransi ketiga industri tersebut merupakan industri dengan bahan baku jasa. Industri dengan bahan baku jasa sendiri didefinisikan sebagai industri yang menjual produknya berupa layanan dan jasa kepada konsumennya. 


Jenis-Jenis Persediaan Bahan Baku

Setelah membahas mengenai jenis-jenis industri berdasarkan bahan bakunya, sekarang kami akan mencoba untuk menjelaskan jenis-jenis bahan baku itu sendiri. Dalam proses industri setidaknya bahan baku utama akan diproses kemudian siap dijual. Proses produksi tersebut akan menggambarkan dalam industri skala besar setidaknya ada tiga sediaan dari produk, yaitu bahan baku utama yang belum diolah, sediaan setengah jadi dan terakhir sediaan produk jadi. Tapi, lengkapnya apa saja jenis sediaan dalam proses produksi, simak uraiannya berikut ini.

  1. Bahan Utama (Baku)

Bahan baku yang paling utama dalam sebuah proses industri terutama industri manufaktur adalah bahan baku mentah. Seperti pada pembahasan sebelumnya bahan baku utama ini bisa yang berasal dari alam atau bahan baku olahan yang tidak berasal dari alam. Bahan baku mentah inilah biasanya yang akan menjadi produk utama. Sebagai bahan baku yang akan diproses untuk tahap selanjutnya tentu harga dari bahan baku utama ini akan sangat berpengaruh pada harga produk jadi yang akan dijual. Sehingga semakin tinggi harga bahan baku semakin tinggi juga harga produk yang akan ditawarkan ke pasaran.


  1. Sediaan Dalam Proses

Jika sudah masuk masa produksi akan ada masanya memiliki sediaan bahan baku yang sudah setengah jadi tetapi belum siap untuk dipasarkan. Barang sediaan ini belum sempurna sehingga membutuhkan proses selanjutnya sampai bahan sediaan dalam proses siap untuk dipasarkan. Sediaan dalam proses ini biasanya belum memiliki nilai jual karena barang belum selesai diproses. Proses inilah yang akan membuat sebuah produk memiliki nilai lebih. Semakin sulit proses yang dilakukan atau semakin canggih teknologi yang digunakan terkadang membuat produk yang dijual memiliki harga yang lebih tinggi juga.




  1. Sediaan Produk Jadi 

Setelah proses produksi dan barang sudah jadi, maka produk akan memiliki nilai jual sehingga siap untuk dijual. Sediaan atau stock barang yang sudah siap dijual ini dinamai dengan sediaan produk jadi. Risiko yang mengintai perusahaan jika menyimpan terlalu banyak produk jadi tetapi tidak mendistribusikannya adalah kadaluwarsa atau menurunnya kualitas dari produk yang ditawarkan.


  1. Sediaan Bahan Penolong 

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, bahan penolong adalah bahan yang diperlukan dalam proses produksi untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas produksi. Keberadaan bahan penolong ini biasanya tidak terlihat langsung dalam produk yang dijual tetapi bahan penolong ini juga menjadi salah satu sediaan pada proses produksi. Sediaan bahan penolong memiliki pengaruh yang signifikan pada proses produksi. Bahan penolong juga biasanya sedikit berpengaruh pada produk yang dijual.


  1. Sediaan Bahan Lainnya 

Berbeda dengan sediaan bahan penolong bahan lainnya biasa tidak terlalu memiliki pengaruh pada proses produksi. Biasaya sediaan bahan lainnya ini identik dengan perlengkapan kantor seperti kebutuhan ATK, komputer dan kebutuhan lainnya. Bahan lainnya ini walaupun seringkali memiliki harga yang tinggi tetapi kurang berpengaruh pada harga produk yang dijual. 


Dari informasi yang dijelaskan di atas, dapat membantu Anda dalam menentukan jenis persediaan pada perusahaan Anda. Apakah industri yang Anda jalankan memiliki jenis persediaan bahan baku langsung atau justru persediaan bahan baku tidak langsung. Bahan baku jadi atau setengah jadi, dari setiap proses tersebut memiliki harga yang berbeda tentunya. Sehingga harga dalam catatan keuangan Anda tentunya akan berbeda dan tidak mungkin bisa di sama ratakan.


Baca juga

Kendalikan Biaya Bahan Baku untuk Bisnis Manufaktur dengan Metode Ini

Kenali 6 Strategi Pengelolaan Stok Bahan Baku Bisnis Kuliner Anda

Bagaimana Prosedur Pembelian Bahan Baku Pada Perusahaan Manufaktur

Perbedaan Bahan Baku dan Bahan Penolong pada Perusahaan Manufaktur

Contoh Menghitung Safety Stock (Stok Pengaman) Pengamanan pada Industri Manufaktur

© 2022 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin