banner iklan

Mengenal Lean Manufacturing Secara Lengkap

Mengenal_Lean_Manufacturing_Secara_Lengkap

Dalam perkembangannya, lean manufacturing memiliki fungsi untuk mengidentifikasi dan menghilangkan segala biaya produksi yang boros dan segala aktivitas yang tidak produktif. Mungkin bagi sebagian orang akan bingung bagaimana menerapkan konsep lean manufacturing.Namun bagi yang berkecimpung di dunia manufaktur tidak akan bingung bagaimana menerapkan konsep ini. Pada artikel ini, kami akan menjelaskan lean manufacturing dan mengapa sebuah perusahaan membutuhkannya? 

Apa itu Lean Manufacturing?  

Lean manufacturing adalah praktik manufaktur yang mempertimbangkan semua pengeluaran sumber daya yang ada untuk mencapai nilai ekonomi bagi pelanggan tanpa pemborosan. Pemborosan inilah yang tujuannya untuk dikurangi. Sebagian besar perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur akan menggunakan lean manufacturing.  Lean selalu melihat nilai produk dari sudut pandang pelanggan, dimana nilai  produk didefinisikan sebagai apa yang pelanggan bersedia bayar. Pada dasarnya, Lean adalah tentang “mendapatkan nilai dengan kerja sesedikit mungkin”. Lean manufacturing adalah filosofi yang dikembangkan oleh Toyota dalam Sistem Produksi Toyota Lean merupakan upaya perusahaan untuk mencegah dan menghilangkan pemborosan guna meningkatkan nilai tambah suatu produk bagi konsumen. Konsep lean ini akan diilustrasikan dengan jelas di lapangan pada tingkat rasio nilai tambah terhadap limbah. Jika perusahaan tidak ingin menanggung terlalu banyak biaya, ia harus dapat menemukan hal-hal yang  harus disingkirkan agar tidak sia-sia. Keadaan yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari dan  operasional suatu perusahaan merupakan pemborosan waktu dan tenaga. Pemborosan lainnya dapat terjadi akibat penggunaan peralatan yang dianggap kurang penting bagi bisnis atau proses produksi. Lean science dianggap sulit dan mahal karena mempelajari bagaimana seharusnya perusahaan menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas atau mutu  produk yang dihasilkan. Terkadang, untuk menghilangkan pemborosan, sebuah bisnis harus kehilangan beberapa pelanggannya. Hal ini disebabkan adanya kesalahan dalam menentukan strategi untuk mengeluarkan komponen-komponen yang dianggap sebagai excess cost center. Bahkan jika limbah tersebut dibuang tanpa perlu membuang kualitas atau kualitas produk yang unggul. Lean manufacturing memang menjadi faktor yang sangat penting bagi perusahaan walaupun tidak semua perusahaan membutuhkan konsep ini. Dalam konsep lean adalah bagaimana mengedarkan produk dan informasi dengan menggunakan sistem penggalian pelanggan internal dan eksternal untuk mendapatkan keunggulan dan kesempurnaan produk yang disediakan oleh perusahaan produksi perusahaan. 

Mengapa Anda Membutuhkan Lean Manufacturing? 

  1. Integritas dalam Bekerja Karyawan Rendah 

Perusahaan membutuhkan karyawan yang baik yang bekerja dengan integritas, mereka harus menjadi karyawan yang produktif dan potensial untuk bersaing dengan perusahaan lain. Namun, ketika perusahaan tidak memiliki apa yang mereka butuhkan, termasuk sumber daya manusia yang andal, perusahaan itu akan merosot dan digantikan oleh perusahaan lain. Integritas karyawan yang rendah akan meningkatkan biaya tenaga kerja  dan ini harus dihilangkan. 

  1. Karyawan Tidak Disiplin

Adanya pegawai yang tidak disiplin membuat pekerjaan kantor menjadi tidak teratur. Karyawan harus dilatih atau dilatih agar memiliki kedisiplinan, etos kerja yang baik dan menjadi karyawan yang potensial. Ketika karyawan tidak bisa disiplin, hal inilah yang menyebabkan tenaga kerja terbuang sia-sia. 

  1. Karyawan Tidak Profesional dan Efisien 

Merekrut staf profesional dalam jumlah kecil jauh lebih bermanfaat daripada mempekerjakan banyak karyawan tanpa semangat profesional. 7 Waste (Pemborosan) ManufacturingAda tujuh jenis limbah dalam industri manufaktur, antara lain: 

  1. Waste of Overproduction atau Produksi Berlebihan

Overproduction waste terjadi karena kelebihan produksi berupa produk jadi (finished product) dan WIPs (produk setengah jadi), namun tanpa pesanan pelanggan. Beberapa alasan untuk produksi berlebih termasuk waktu pengaturan yang lama, kualitas yang buruk, atau pola pikir “berjaga-jaga” bahwa seseorang membutuhkannya.

  1. Waste of Inventory (Inventori)

Persediaan menjadi terbuang karena barang jadi (finished goods), WIP (barang setengah jadi) dan bahan baku pada semua tahapan produksi, sehingga membutuhkan ruang penyimpanan. Ini juga termasuk sumber modal besar, orang-orang yang mengawasinya, dan pengarsipan (dokumen). Kehilangan kecacatan (cacat atau kerusakan) 

  1. Waste of Defects atau Cacat atau Kerusakan

Pemborosan ini disebabkan oleh kualitas yang buruk atau cacat, sehingga perlu dilakukan perbaikan. Hal ini akan menimbulkan biaya tambahan  berupa biaya tenaga kerja, komponen yang digunakan untuk perbaikan, dan biaya lainnya. 

  1. Waste of Transportation atau Pemindahan atau Transportasi

Sampah selama transportasi terjadi karena organisasi produksi yang buruk, organisasi tempat kerja yang buruk, sehingga  barang harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Misalnya, lokasi gudang yang jauh dari lokasi produksi. 

  1. Waste of Motion atau Gerakan

Pemborosan ini terjadi karena pergerakan pekerja dan mesin yang tidak perlu dan tidak meningkatkan nilai produk. Misalnya, menempatkan komponen di luar jangkauan operator, sehingga memerlukan gerakan bertahap dari posisi kerjanya untuk memegang komponen. 

  1. Waste of Motion (Gerakan)

Ketika seseorang atau mesin menganggur, keadaan disebut menunggu. Penantian dapat terjadi karena proses yang tidak seimbang, sehingga ada pekerja dan mesin yang  menunggu untuk melakukan pekerjaannya. Situasi ini dapat terjadi karena kerusakan mesin, keterlambatan pasokan suku cadang, kehilangan alat kerja atau menunggu keputusan atau informasi. 

  1. Waste of Overprocessing atau Proses yang Berlebihan

Tidak semua proses dapat menambah nilai pada produk manufaktur atau pelanggan. Proses yang tidak menambah nilai ini adalah proses yang tidak berguna atau berlebihan. Misalnya, proses pengujian berulang, proses persetujuan multi-orang, proses pembersihan. Semua pelanggan menginginkan produk yang berkualitas, namun yang terpenting bukanlah proses pengujian yang berulang-ulang melainkan bagaimana memastikan kualitas produk pada saat produksi. Yang perlu Anda lakukan adalah menemukan akar penyebab masalah dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat berdasarkan akar penyebabnya. Lean manufacturing adalah praktik manufaktur yang mempertimbangkan semua pengeluaran sumber daya yang ada untuk mencapai nilai ekonomi bagi pelanggan tanpa  pemborosan. Lean manufacturing diperlukan ketika karyawan tidak  profesional, tidak disiplin, kurang integritas, dan kekurangan sumber daya. Di bidang manufaktur, ada tujuh jenis pemborosan, yaitu kelebihan produksi, persediaan, kerusakan, kelebihan beban karena transportasi, perjalanan, menunggu, dan proses. Perusahaan manufaktur harus mengadopsi metode pencatatan tertentu untuk memperhitungkan pembelian dan penggunaan bahan baku. Untuk menghindari kesalahan dalam pendaftaran produk atau  barang yang hilang, yang dapat merugikan perusahaan.


You Might Also Like