banner iklan

Pentingnya Rasio Uji Asam (Acid Test Ratio) Perusahaan dan Contoh Cara Menghitungnya

pentingnya_rasio_uji_asam__acid_test_ratio__perusahaan_dan_contoh_menghitungnya

Rasio uji asam yang akan kita bahas bukanlah uji asam dalam dunia kimia. Ini adalah istilah yang digunakan dalam dunia ekonomi dan bisnis untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan membayar seluruh kewajiban lancarnya, atau dalam kata lain, menunaikan kewajibannya membayar liabilitas lancarnya. Sebelumnya kita pernah belajar bersama mengenai modal kerja bersih. Nilai modal kerja bersih atau net working capital memberitahu kita mengenai kemampuan kas perusahaan dalam membayar kewajiban lancarnya selama setahun. Lantas apa bedanya dengan rasio uji asam ini? Bukankah keduanya untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menunaikan kewajiban lancarnya? Perbedaannya ada pada rumus perhitungan serta interpretasi yang didapatkan. Pada perhitungan modal kerja bersih, kita mendapatkan angka untuk mengetahui sisa modal yang masih dimiliki perusahaan setelah dibayarkan untuk kewajiban lancarnya. Sedangkan pada rasio uji asam ini, perhitungan dilakukan untuk mencari tahu rasio kemampuan perusahaan membayar liabilitas atau kewajiban lancarnya. Jadi tidak hendak mencari tahu sisa modal/ kas lancarnya. Dengan menghitung uji asam ini, kita akan mengetahui seberapa tinggi likuiditas kekayaan perusahaan. Semakin tinggi angka likuiditasnya, semakin kuat posisi perusahaan untuk membayarkan semua liabilitas lancarnya. Begitu pun sebaliknya, jika ternyata hasil rasio uji asam menunjukan angka yang rendah, itu berarti sebagian besar aset perusahaan sulit untuk dicairkan secara cepat. 

Nilai Penting Mengetahui Nilai Rasio Uji Asam Perusahaan

Setiap rumus perhitungan adalah penting. Keberadaan setiap rumus ini menjadi strategi perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan bisnisnya. Rasio-rasio ini berperan sebagai kacamata perusahaan untuk menilik ke dalam keuangan usahanya untuk kemudian membuat kebijakan perusahaan. Ada beberapa manfaat yang diberikan rasio uji asam untuk perusahaan :

  1. Mengetahui Tingkat Likuiditas Aset Perusahaan 

Manfaat yang pertama adalah, rasio uji asam ini bisa menjadi indikator tingkat likuiditas aset yang dimiliki perusahaan. Jadi, rasio uji asam yang diberikan akan mencerminkan secepat apa dan semudah ada aset perusahaan bisa dicairkan dan digunakan untuk membiayai semua keperluan perusahaan. Setiap perusahaan tentu memiliki jumlah aset yang berbeda-beda. Aset lancar dan tidak lancarnya akan menentukan skala likuiditas ini. Setelah mengetahui skala likuiditas perusahaan, data ini dapat digunakan untuk banyak hal untuk perencanaan skala bisnis kedepannya. 

  1. Mengukur Kapasitas Perusahaan untuk Pengembangan Skala Bisnis Melalui Tingkat Likuiditas Aset 

Sebelum perusahaan mengembangkan skala bisnisnya, tentunya perusahaan harus melakukan audit terhadap kekayaan dan asetnya. Seberapa kemampuan finansial yang dimiliki perusahaan untuk menyokong pengembangan perusahaan. Apakah itu pengembangan dengan membuka cabang baru, melakukan ekspansi produk baru atau mendirikan anak perusahaan misalnya.Semua upaya ekspansi tersebut akan membutuhkan dana yang sangat besar. Dan dalam prosesnya, perusahaan sangat membutuhkan dana yang memiliki likuiditas tinggi untuk menunjang semua keperluan ekspansi. Nah dari titik itu, pimpinan akan mengukur kekuatan finansialnya, salah satunya melalui indikator rasio uji asam ini. 

  1. Sebagai Pertimbangan Kerja Sama Dagang 

Sebelum melakukan kerja sama dengan perusahaan lain, setiap pimpinan perusahaan biasanya akan memeriksa secara ketat rekam jejak dan kesehatan finansial calon partnernya. Rasio uji asam ini menjadi salah satu indikator yang dapat dipertimbangkan sebelum memutuskan menjalin kerja sama ataukah tidak.

Komponen dan Variabel Menghitung Rasio Uji Asam Perusahaan

Untuk mencari tahu nilai rasio uji asam ini, ada empat variabel yang perlu kita ketahui dan berperan penting terhadap nilai rasio uji asam nanti. Keempat variabel itu adalah : kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang usaha dan liabilitas lancar. 

  1. Kas dan Setara Kas 

Kas merupakan aset paling lancar dengan likuiditas tertinggi dibandingkan aset lancar lainnya. Kas ini berupa fresh money maupun rekening di bank, intinya kekayaan yang bisa langsung digunakan dengan proses pencairan yang cepat. Sedikit banyaknya kas yang dimiliki perusahaan sangat berpengaruh terhadap hasil akhir rasio uji asam ini. Sedangkan setara kas, hampir sama dengan kas, namun berbeda. Setara kas adalah bentuk lain dari kas yang tidak berupa fresh money, melainkan kas yang sedang diinvestasikan agar mendapat pengembalian modal dan bisa dicairkan sewaktu-waktu. 

  1. Investasi Jangka Pendek 

Investasi jangka pendek ini menjadi aset lancar yang menjadi pembilang untuk perbandingan uji asam. Aset lancar yang berbentuk investasi jangka pendek masih dapat diperhitungkan untuk rasio uji asam karena likuiditasnya masih cukup tinggi. Jangka waktu yang dipilih kurang dari setahun sehingga masih masuk dalam kategori periode akuntansi. 

  1. Piutang Usaha 

Piutang usaha memiliki tingkat likuiditas dibawah kas, karena untuk mendapatkan pemasukan dari piutang usaha, perusahaan harus melakukan penagihan kepada debitur perusahaan. Hal ini tentu memakan waktu dan sumber daya, namun tetap bisa diikutkan dalam menghitung rasio uji asam sebagai aset lancar perusahaan yang akan mempengaruhi tingkat likuiditas aset yang dimiliki. 

  1. Liabilitas Lancar 

Berupa kewajiban-kewajiban lancar yang harus dibayarkan perusahaan selama setahun. Liabilitas lancar ini seperti utang usaha, gaji karyawan, pajak, pembayaran listrik air dan lain-lain. 

Contoh dan Cara Menghitung Rasio Uji Asam

Untuk mendapatkan rasio uji asam, kita bisa membagi antara total aset lancar yang dimiliki dengan total liabilitas lancar selama satu periode akuntansi. Aset lancar yang akan kita ikutkan dalam rasio ini adalah kas, setara kas, investasi jangka pendek dan piutang usaha. untuk aset lancar lainnya seperti persediaan/ inventory lebih baik tidak diikutkan untuk menghitung rasio ini. Kenapa? Karena tingkat likuiditas aset persediaan barang cenderung rendah. Butuh proses yang memakan waktu. Jika diikutkan, mungkin akan menambah nilai rasio uji asam, namun hasilnya tidak akan akurat. hasilnya bisa lebih baik padahal keadaan aslinya tidak sebaik itu. Rasio uji asam = aset lancar/ liabilitas lancar. Contoh: Akamatsu company memiliki aset lancar yang terdiri dari kas 10 juta, setara kas 20 juta, investasi jangka pendek 100 juta, dan piutang usaha 50 juta. Sedangkan liabilitas tahun ini sebesar 50 juta. Berapa rasio uji asamnya?

Rasio uji asam = aset lancar (10+20+100+50) / liabilitas lancar (50) = 180/50 = 3,6

Maka, tingkat likuiditas perusahaan untuk membayar liabilitasnya sebesar 3,6. Rasio ini sangat baik karena sudah diatas angka 1.


You Might Also Like