Siklus Akuntansi (Accounting Cycle) yang Terjadi pada Perusahaan Dagang

By Ryan, 25 April 2018
Google Plus Share   Facebook Share   Linkedin Share


Jurnal merupakan bagian terpenting dari sebuah perusahaan baik itu perusahaan manufaktur, dagang, maupun jasa. Jurnal berisi pencatatan mengenai transaksi-transaksi yang telah dilakukan oleh sebuah perusahaan seperti transaksi penjualan suatu produk. Dengan adanya jurnal, perusahaan dapat mengetahui perputaran uang yang diperlukan oleh perusahaan tersebut. Sebuah jurnal dapat diperoleh melalui beberapa langkah yang dapat disebut dengan siklus akuntansi.


Siklus akuntansi merupakan sebuah proses pembuatan laporan keuangan pada suatu perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu. Siklus akuntansi umumnya dimulai dengan proses pencatatan transaksi dalam jurnal hingga pada pembuatan laporan keuangan suatu perusahaan yang akan dibukukan di buku besar. Kemudian, dilanjutkan dengan penutupan saldo oleh jurnal penutup dan jurnal pembalik. Kali ini, akan dibahas mengenai siklus akuntansi yang terjadi pada perusahaan dagang. Perusahaan dagang sendiri merupakan perusahaan yang membeli barang dari supplier dan kemudian menjual kembali barang tersebut kepada konsumen tanpa mengubah wujud dari barang tersebut.


Siklus akuntansi yang terjadi pada perusahaan dagang adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi transaksi pada jurnal umum

Tahapan pertama siklus akuntansi pada perusahaan dagang adalah mengidentifikasi semua transaksi yang telah terjadi di dalam suatu perusahaan. Transaksi pada perusahaan dagang dapat berupa penjualan barang dagangan perusahaan kepada konsumen. Bentuk transaksi-transaksi tersebut dapat berupa faktur penjualan, nota kredit, dan kuitansi. Transaksi tersebut dapat dinamakan sebagai transaksi penjualan secara tunai yaitu dimana pihak penjual memberikan barang dagangan dan menerima pembayaran langsung dari pihak pembeli.

  1. Pencatatan dalam jurnal umum/jurnal khusus

Perusahaan dagang yang memiliki transaksi dalam jumlah sedikit dapat mencatat semua transaksinya dalam jurnal umum. Untuk perusahaan dagang yang memiliki jumlah transaksi yang banyak, mereka dapat menggunakan jurnal khusus untuk mencatat segala transaksi yang ada. Bentuk-bentuk jurnal khusus diantaranya adalah jurnal penerimaan kas, pengeluaran kas, penjualan, dan pembelian. Keuntungan menggunakan jurnal khusus ini adalah waktu, biaya, dan tenaga menjadi lebih efisien dan cepat.

  1. Mengeposkan ke dalam buku besar

Transaksi yang telah dicatat ke dalam jurnal umum maupun jurnal khusus dipindahkan ke dalam buku besar. Pemindahan jurnal ke buku besar dilakukan setiap akhir bulan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemindahan jurnal ke buku besar yaitu semua nilai transaksi dalam jurnal khusus harus dijumlahkan dan harus sudah menyiapkan akun-akun yang berkaitan dengan jurnal khusus.

  1. Pembuatan neraca saldo

Neraca saldo yang akan dibuat berisi daftar akun-akun yang telah digunakan beserta jumlah saldo akhir. Pembuatan neraca saldo dilakukan untuk membuktikan bahwa kredit dan debit sudah balance atau seimbang. Jika debit dan kredit tidak balance, maka ada kesalahan saat melakukan pencatatan buku besar.

  1. Pembuatan jurnal penyesuaian

Pembuatan jurnal penyesuaian dilakukan untuk memastikan bahwa biaya dan pendapatan sudah dicatat dengan benar sesuai dengan periode yang telah ditentukan. Pembuatan jurnal penyesuaian juga dilakukan jika terjadi kesalahan saat proses pencatatan jurnal dan posting ke buku besar dimana ada akun yang terlewatkan saat proses pencatatan.

  1. Pembuatan neraca saldo setelah penyesuaian

Pembuatan neraca saldo setelah penyesuaian dilakukan dengan menggabungkan nilai neraca saldo dengan jurnal penyesuaian.

  1. Mempersiapkan laporan keuangan

Laporan keuangan dibuat dengan cara memindahkan akun-akun (harta, utang, dan modal) yang terdapat di neraca saldo setelah penyesuaian ke dalam laporan keuangan. Laporan keuangan sendiri merupakan ringkasan transaksi keuangan dalam suatu perusahaan. Penyajian laporan keuangan dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai harta, utang, dan modal pada perusahaan. Di dalam laporan keuangan terdapat laporan laba atau rugi (berisi akun pendapatan dan biaya), laporan perubahan modal, dan neraca.

  1. Pembuatan jurnal penutup

Pembuatan jurnal penutup didasarkan dari akun-akun yang terdapat di dalam laporan laba atau rugi yaitu akun pendapatan dan biaya.

  1. Pembuatan neraca saldo setelah penutupan

Neraca saldo setelah penutupan dibuat dengan menggabungkan neraca saldo dan jurnal penutup. Laporan laba atau rugi di dalam neraca saldo setelah penutupan akan terlihat bersaldo nol. Pembuatan neraca saldo setelah penutupan dilakukan untuk mencatat kembali perubahan pada akun maupun perubahan pada saldo akun-akun yang ada.

  1. Pembuatan jurnal pembalik

Jurnal pembalik hanya dibuat jika ada transaksi tertentu saja seperti transaksi pendapatan yang diterima dimuka dimana saat proses pencatatan jurnal maka akan dicatat sebagai pendapatan dan juga transaksi biaya yang dibayar dimuka atau disebut juga piutang. Jadi pembuatan jurnal pembalik dalam suatu perusahaan sebenarnya bersifat optional atau bebas.


Berikut adalah pemaparan mengenai bagaimana siklus akuntansi yang terjadi pada perusahaan dagang. Untuk membantu pencatatan akuntansi di perusahaan Anda, sebaiknya Anda menggunakan sistem yang terintegrasi seperti Ukirama ERP. Sistem ini mampu melakukan pencatatan akuntansi dari setiap transaksi yang terjadi di perusahaan Anda. Informasi lebih lanjut mengenai Ukirama ERP dapat dilihat di sini. Semoga pembahasan di atas bermanfaat dan menambah pengetahuan Anda mengenai siklus akuntansi dalam sebuah perusahaan.



Baca juga

Tips Mengelola Keuangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)

5 Jenis Laporan Keuangan Dalam Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

Cara Membuat Laporan Laba Rugi (Income Statement) Perusahaan

Cara Membuat Laporan Neraca (Balance Sheet) Perusahaan

Cara Membuat Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) Perusahaan

© 2021 PT Ukirama Solusi Indonesia Bahasa Indonesia | English   Google Plus   Instagram   Facebook   Linkedin