Pernahkah petugas Bea Cukai meminta data mutasi barang, lalu tim Anda butuh berhari-hari merapikan file Excel dari gudang, produksi, dan akuntansi? Situasi ini umum terjadi di perusahaan penerima fasilitas kepabeanan yang masih mencatat secara manual.

Akibat Pencatatan Persediaan yang Belum Terintegrasi
  • Saldo barang di gudang dan di pembukuan tidak sama
  • Laporan pemasukan dan pengeluaran per dokumen pabean lama disiapkan
  • Risiko pembekuan fasilitas saat pemeriksaan
  • Banyak human error karena data diinput berulang

Kabar baiknya, masalah ini bisa diselesaikan dengan software yang tepat. Di artikel ini, kami merangkum 10 software IT Inventory untuk Kawasan Berikat (KB), KITE, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), mulai dari Ukirama ERP sampai pemain khusus kepabeanan, beserta cara memilih yang sesuai dengan bisnis Anda.

Kenapa IT Inventory Wajib untuk KB, KITE, dan KEK?

IT Inventory adalah sistem informasi persediaan berbasis komputer yang menjadi syarat untuk mendapat dan mempertahankan fasilitas kepabeanan. Aturannya berbeda di tiap fasilitas:

  • Kawasan Berikat. IT Inventory wajib menjadi subsistem dari sistem akuntansi, bukan aplikasi terpisah, sesuai PMK 131/PMK.04/2018 dan PER-19/BC/2018. Sistem ini juga harus bisa diakses petugas Bea Cukai selama 24 jam.
  • KITE. IT Inventory perusahaan KITE Pembebasan wajib dapat diakses DJBC secara daring, dan tidak mendayagunakannya menjadi salah satu alasan fasilitas dibekukan. Untuk KITE Pengembalian, sistem wajib bisa diakses DJBC secara daring paling lama satu tahun sejak keputusan penetapan terbit.
  • KEK. Badan usaha yang sudah beroperasi di KEK wajib mendayagunakan IT Inventory paling lama 6 bulan sejak memakai fasilitas pembebasan bea masuk, tidak dipungut PDRI, dan/atau tidak dipungut PPN. Ketentuan ini diatur dalam PER-24/BC/2023, yang menggantikan PER-03/BC/2021.

DJBC juga mengelompokkan IT Inventory ke dalam empat kategori. Kategori A adalah satu aplikasi pembukuan yang sudah memuat IT Inventory, sedangkan Kategori B memakai dua aplikasi yang saling terintegrasi dengan sumber data sama. Kategori C berdiri sendiri tanpa integrasi, dan Kategori D masih manual. Pada umumnya Bea Cukai mensyaratkan Kategori A dan B. Penjelasan lebih dalam ada di artikel kami tentang IT Inventory Kawasan Berikat.

Perbandingan Singkat 10 Software IT Inventory

1. Ukirama ERP

Ukirama ERP adalah SaaS ERP berbasis cloud yang menyatukan inventory, keuangan dan akuntansi, pembelian dan penjualan, manufaktur, serta payroll dan HR dalam satu sistem. Karena pencatatan barang dan pembukuan berjalan di satu tempat, arsitekturnya sejalan dengan semangat Kategori A: IT Inventory menjadi bagian dari sistem akuntansi, bukan aplikasi tambahan yang harus disinkronkan.

Untuk perusahaan yang mengajukan fasilitas KITE, IT Inventory Ukirama memenuhi syarat sesuai Pasal 26 dan 27 UU Kepabeanan No. 17 Tahun 2006. Laporan untuk Kawasan Berikat juga kompatibel dengan CEISA 4.0, dan mencakup:

LaporanTersedia
Pemasukan barang per dokumen pabean✅
Pengeluaran barang per dokumen pabean✅
Posisi barang dalam proses produksi (work in process)✅
Mutasi bahan baku dan bahan penolong✅
Mutasi barang jadi✅
Mutasi mesin dan alat perkantoran✅

Dokumen BC yang sudah didukung antara lain BC 2.3, BC 2.5, BC 2.7, BC 3.0, dan BC 4.0. Implementasi dilakukan oleh konsultan Ukirama dalam hitungan hari, dan sistem ini dipercaya oleh 120+ perusahaan. Klien Ukirama juga melaporkan pengurangan proses manual hingga 85% (data Ukirama). Untuk harga, hubungi tim Ukirama guna mendapatkan penawaran yang sesuai. ukirama

Cocok untuk: manufaktur pengekspor yang ingin satu sistem untuk KB atau KITE sekaligus akuntansi, stok, produksi, dan HR. Jika perusahaan Anda berada di KEK, tim Ukirama bisa membantu memetakan kebutuhan IT Inventory Anda lebih dulu.

2. HashMicro

HashMicro adalah penyedia ERP lokal yang juga memasarkan software IT Inventory untuk industri berikat. Sistemnya terintegrasi dengan pembelian, penjualan, manajemen gudang, dan akuntansi, serta mengklaim integrasi dengan CEISA untuk dokumen seperti BC 2.3, BC 2.6.2, dan BC 2.7. Modulnya luas dan cocok untuk operasi yang kompleks.

HashMicro memposisikan diri untuk bisnis skala menengah hingga besar dengan harga yang disesuaikan kebutuhan, sehingga bujet perlu dibahas sejak awal.

Cocok untuk: perusahaan menengah-besar dengan kebutuhan ERP luas.

3. Smart One

Smart One fokus pada kepatuhan DJBC. Mereka menawarkan IT Inventory untuk KB, KITE, dan PLB, modul Customs CEISA 4.0, fitur C.A.S (Customs Automatic Synchronize), serta antarmuka API host-to-host ke CEISA 4.0. Lisensinya berbasis perusahaan (unlimited user), dan sistem bisa terhubung ke pemindai barcode dan timbangan digital.

Karena fokusnya pada kepabeanan, cakupan modul bisnis lain seperti HR dan manufaktur lengkap sebaiknya dikonfirmasi ke vendor.

Cocok untuk: perusahaan yang ingin spesialis kepabeanan dengan lisensi unlimited user.

4. Neo Esensial Teknologi

Neo Esensial menawarkan ERP dan IT Inventory berbasis cloud. Platformnya berjalan di Microsoft Azure dan mencakup pengelolaan dokumen BC serta laporan WIP, aset, mutasi bahan baku, dan scrap. Mereka juga menyebut kompatibilitas dengan SAP S/4HANA dan Microsoft Dynamics 365, serta pendampingan sampai pengajuan fasilitas ke DJBC.

Harga tidak dipublikasikan, dan bila dipasang di atas ERP lain, kualitas integrasinya menentukan apakah sistem masuk Kategori B yang sehat.

Cocok untuk: perusahaan yang butuh pendampingan pengajuan fasilitas dan sudah punya ERP.

5. EOS Teknologi

EOS Teknologi adalah satu dari sedikit vendor yang secara eksplisit menyebut ketiga fasilitas sekaligus. Solusi IT Inventory Online mereka ditujukan untuk KB, KITE, dan KEK, terhubung ke CEISA 4.0 lewat middleware API, dan bisa diintegrasikan dengan SAP, Oracle, maupun ERP lokal.

Karena posisinya sebagai lapisan IT Inventory, Anda tetap memerlukan ERP atau sistem akuntansi terpisah. Harga juga tidak dipublikasikan.

Cocok untuk: perusahaan dengan lebih dari satu fasilitas (misalnya KB dan KEK) yang sudah punya ERP.

6. CDMS

CDMS memasarkan diri sebagai aplikasi kepabeanan. Sistemnya memusatkan data INSW, PIB, PEB, dan TPB CEISA dalam satu aplikasi untuk mengurangi kesalahan input, dengan desain yang berpusat pada kesiapan audit. Pendekatan ini kuat untuk menekan risiko selisih dokumen pabean.

Untuk akuntansi, gudang, dan produksi harian, tanyakan bagaimana CDMS terhubung dengan sistem yang Anda pakai.

Cocok untuk: tim kepabeanan yang ingin mengurangi risiko temuan audit dokumen.

7. Siscom

Siscom sudah berpengalaman di pasar software bisnis Indonesia sejak 1994. Produk Software IT Kawasan Berikat mereka mendukung dokumen BC 2.0, BC 2.3, BC 3.0, BC 4.0, laporan barang masuk dan keluar per dokumen pabean, serta standard costing dan BOM.

Di materi publiknya, metode integrasi ke CEISA 4.0 belum dirinci, dan informasi harga tidak tersedia.

Cocok untuk: manufaktur yang mengutamakan vendor berpengalaman panjang.

8. ScaleOcean

ScaleOcean adalah ERP cloud modular yang berasal dari Singapura dan sedang berekspansi di Indonesia. Fiturnya mencakup warehouse management system, e-procurement, dan pelacakan work in progress. Pendekatan modular memungkinkan Anda membayar sesuai modul yang dipakai.

Detail teknis integrasi CEISA dan harga belum dipublikasikan, jadi tanyakan langsung saat demo.

Cocok untuk: perusahaan yang ingin ERP modular dan fleksibel.

9. SystemEver

SystemEver menawarkan ERP manufaktur dengan solusi Tipe A, yaitu seluruh kegiatan operasional dijalankan dalam satu sistem, termasuk akses 24 jam untuk pihak berwenang. Pendekatan satu sistem ini sejalan dengan arah regulasi.

Materi publiknya belum merinci dukungan KITE, KEK, maupun mekanisme integrasi CEISA, sehingga perlu diverifikasi.

Cocok untuk: manufaktur yang ingin ERP produksi dengan IT Inventory terpadu.

10. IDS Indonesia

IDS menyediakan IT Inventory System yang bisa terintegrasi dengan software akuntansi atau ERP yang sudah ada, dan menghasilkan laporan penerimaan bahan baku, barang jadi, hingga mutasi barang modal. Mereka menyebut sudah mengimplementasikannya di perusahaan penerima fasilitas KB dan KITE pada Kategori A dan B.

Cocok untuk: perusahaan yang ingin menambahkan IT Inventory ke sistem akuntansi yang sudah berjalan.

Cara Memilih Software IT Inventory yang Tepat

Ada lima hal yang perlu Anda cek sebelum memutuskan:

  1. Kategori yang dicapai. Tanyakan apakah sistem bisa mencapai Kategori A atau B, bukan sekadar menghasilkan laporan.
  2. Integrasi CEISA 4.0. Pastikan metodenya jelas, misalnya API host-to-host, bukan hanya ekspor file untuk diunggah manual.
  3. Kelengkapan laporan. Minimal pemasukan, pengeluaran, work in process, mutasi, dan scrap per dokumen pabean.
  4. Akses dan audit trail. Data harus bisa diakses petugas, dengan riwayat perubahan yang bisa ditelusuri.
  5. Pendampingan. Cek apakah vendor membantu implementasi, pelatihan, dan persiapan pemeriksaan lokasi oleh Bea Cukai.

Jika bisnis Anda juga butuh akuntansi, gudang, produksi, dan HR, satu sistem seperti ERP biasanya lebih ringkas daripada menyambung beberapa aplikasi. Baca juga apa itu aplikasi ERP untuk gambaran dasarnya, atau lihat solusi untuk industri manufaktur.

Kesimpulan

Memilih software IT Inventory berarti memilih cara perusahaan Anda menjaga fasilitas kepabeanan setiap hari. Vendor khusus kepabeanan kuat di sisi dokumen, sedangkan ERP terintegrasi mengurangi risiko selisih antara stok dan pembukuan. Ukirama ERP memadukan laporan siap CEISA 4.0, akuntansi, stok, produksi, dan HR dalam satu sistem cloud yang dirancang untuk bisnis di Indonesia. Untuk melihat apakah cocok dengan alur KB atau KITE Anda, Konsultasikan Gratis atau Jadwalkan Demo.

FAQ

Apakah IT Inventory wajib untuk perusahaan KEK?
Ya, untuk mendapat fasilitas penangguhan bea masuk. Aturan terkininya PER-24/BC/2023, dan perusahaan yang sudah beroperasi punya tenggat 6 bulan sejak memakai fasilitas.

Apa bedanya IT Inventory Kategori A dan B?
Kategori A memakai satu aplikasi pembukuan yang sudah memuat IT Inventory. Kategori B memakai dua aplikasi yang saling terintegrasi dengan sumber data yang sama.

Apakah Excel cukup sebagai IT Inventory?
Umumnya tidak. Excel yang berdiri sendiri masuk Kategori C atau D, sedangkan Bea Cukai pada umumnya mensyaratkan Kategori A atau B.

Apakah satu software bisa melayani KB, KITE, dan KEK?
Bisa, tetapi tiap fasilitas punya ketentuan sendiri. Minta vendor menunjukkan laporan untuk fasilitas yang Anda gunakan saat demo.