Contoh Manajemen Logistik di Perusahaan: Langkah-langkah dan Strategi

Sindhu Partomo
Contoh Manajemen Logistik di Perusahaan: Langkah-langkah dan Strategi

Daftar Isi


Logistik: Jantung Operasional Bisnis yang Berdenyut

Di era globalisasi yang serba cepat, logistik menjadi tulang punggung bagi kelancaran bisnis. Sebagai pelaku logistik dan supply chain, kita seringkali melihat berbagai perusahaan yang masih bergelut dengan inefisiensi dan inefektivitas dalam pengelolaan logistik mereka. Hal ini tentu saja dapat berakibat fatal, mulai dari keterlambatan pengiriman, kerusakan produk, bahan baku, hingga hilangnya pelanggan.

Pengertian Manajemen Logistik

Manajemen logistik secara sederhana dapat didefinisikan sebagai proses merencanakan, mengatur, mengimplementasikan, dan mengendalikan aliran barang dan informasi dari titik asal ke tujuan akhir secara efisien. Cakupannya meliputi pergerakan barang fisik, penyimpanan, transportasi, distribusi, dan pengelolaan informasi terkait.

Pentingnya Manajemen Logistik bagi Kelancaran Operasional Bisnis

Logistik yang efektif ibarat jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh, memastikan kelancaran operasional bisnis. Bayangkan jika jantung tidak berfungsi dengan baik, seluruh tubuh akan mengalami kelumpuhan. Begitu pula dalam bisnis, logistik yang tidak terkelola dengan baik, apalagi tanpa proses perencanaan, dapat menghambat seluruh proses produksi, distribusi, dan penjualan. Berikut beberapa alasan mengapa logistik penting bagi kelancaran operasional bisnis:

  • Mengurangi Biaya: Logistik yang efisien dapat membantu perusahaan menghemat biaya, seperti biaya transportasi, penyimpanan, dan persediaan.
  • Meningkatkan Efisiensi: Logistik yang efektif dapat membantu perusahaan mengantarkan produk ke pelanggan dengan lebih cepat dan tepat waktu. Hal ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan mengurangi risiko kehilangan penjualan.
  • Meningkatkan Keunggulan Kompetitif: Logistik yang unggul dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan, membedakannya dari pesaing dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
  • Meningkatkan Produktivitas: Logistik yang terorganisir dengan baik dapat membantu meningkatkan produktivitas karyawan dan mengurangi waste.
  • Memperkuat Reputasi Bisnis: Logistik yang andal dapat membantu membangun reputasi bisnis yang positif dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Membangun Fondasi Logistik yang Kokoh: Langkah-langkah Implementasi

Membangun sistem aktivitas logistik yang efektif bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan perencanaan matang, implementasi yang tepat, dan evaluasi berkala. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu pertimbangkan: a. Analisis Kebutuhan
Langkah pertama adalah menganalisis kebutuhan logistik secara menyeluruh. Hal ini mencakup:

  • Jenis produk: Jenis produk yang akan didistribusikan akan menentukan metode penyimpanan, transportasi, dan penanganan yang tepat.
  • Volume barang: Volume barang yang akan didistribusikan akan menentukan kebutuhan infrastruktur gudang dan armada transportasi untuk pengiriman barang.
  • Lokasi gudang: Lokasi gudang yang strategis akan membantu mengoptimalkan biaya transportasi dan waktu pengiriman.
  • Rute pengiriman: Rute pengiriman yang efisien akan membantu menghemat waktu dan biaya transportasi.
  • Moda transportasi: Moda transportasi yang tepat akan dipilih berdasarkan jenis produk, volume barang, jarak tempuh, dan anggaran.

b. Perencanaan dan Desain
Berdasarkan analisis kebutuhan, buatlah rencana dan desain sistem logistik yang sesuai. Hal ini meliputi:

  • Desain infrastruktur gudang: Desain infrastruktur gudang harus mempertimbangkan jenis produk, volume barang, dan alur pergerakan barang.
  • Pemilihan teknologi informasi: Teknologi informasi yang tepat dapat membantu mengotomatisasi proses logistik, meningkatkan akurasi data, dan mempermudah pengambilan keputusan.
  • Penetapan SOP: SOP (Standard Operating Procedure) yang jelas dan terstruktur akan membantu memastikan kelancaran operasi logistik.

c. Implementasi dan Eksekusi
Setelah rencana tersusun, saatnya untuk implementasi dan eksekusi. Pastikan semua pihak yang terlibat memahami peran dan tanggung jawabnya masing-masing. Lakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan sistem berjalan sesuai rencana.

d. Peningkatan dan Penyesuaian
Manajemen logistik adalah proses yang dinamis. Kebutuhan dan kondisi bisnis dapat berubah seiring waktu. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan peningkatan dan penyesuaian sistem logistik agar tetap optimal untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Strategi Jitu untuk Logistik yang Efektif

Efisiensi dan efektivitas merupakan kunci utama dalam manajemen logistik yang baik. Berikut beberapa strategi yang dapat kamu terapkan:

a. Optimasi Pergudangan

  • Sistem FIFO/LIFO: Terapkan sistem FIFO (First In, First Out) atau LIFO (Last In, First Out) untuk memastikan perputaran persediaan yang optimal dan mencegah kerusakan produk.
  • Teknologi informasi: Manfaatkan teknologi informasi untuk melacak pergerakan barang, mengelola persediaan, dan memantau kondisi gudang.

b. Perencanaan Rute Pengiriman yang Efisien
Perlu perencanaan matang untuk menemukan rute terbaik dari titik permulaan (point of origin) sampai ke titik konsumsi (point of consumption). Ada dua cara yang umum dilakukan:

  • Software perencanaan rute (route optimization software): Gunakan software khusus untuk membantu merencanakan rute pengiriman yang paling efisien. Software ini mempertimbangkan faktor-faktor seperti jarak tempuh, waktu tempuh, kapasitas kendaraan, dan pembatasan lalu lintas.
  • Konsolidasi pengiriman: Kurangi jumlah perjalanan dengan menggabungkan pengiriman ke beberapa pelanggan yang berada di lokasi yang berdekatan. Ini adalah salah satu cara paling efektif yang bisa dilakukan untuk menaikkan efisiensi.

c. Integrasi dengan Sistem ERP (Enterprise Resource Planning)
Hubungkan sistem logistik kamu dengan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) untuk mendapatkan informasi yang terintegrasi dan real-time. Hal ini memungkinkan kamu untuk:

  • Melacak status pesanan secara real-time
  • Mengidentifikasi potensi keterlambatan pengiriman
  • Mengoptimalkan perencanaan produksi berdasarkan permintaan pelanggan
  • Mengelola persediaan secara lebih akurat

d. Manajemen Vendor yang Efektif
Membangun hubungan yang baik dengan vendor dan memilih vendor yang tepat sangat penting untuk kelancaran logistik. Berikut tips untuk manajemen vendor yang efektif:

  • Seleksi vendor yang terpercaya: Pilih vendor yang memiliki reputasi baik, keandalan pengiriman, dan harga yang kompetitif.
  • Negosiasi harga: Negosiasikan harga yang optimal dengan mempertimbangkan volume barang dan jangka waktu kontrak.
  • Pantau kinerja vendor: Lakukan evaluasi berkala terhadap kinerja vendor, meliputi ketepatan waktu pengiriman, kualitas produk, dan layanan pelanggan.

Studi Kasus: Logistik yang Mengubah Nasib Perusahaan

Perusahaan X - Contoh Permasalahan Logistik Perusahaan X, bergerak di bidang manufaktur suku cadang otomotif, pernah mengalami masalah logistik yang kronis. Hal ini ditandai dengan:

  • Keterlambatan pengiriman: Sering terjadi keterlambatan pengiriman suku cadang ke produsen mobil, yang mengakibatkan terhambatnya proses produksi dan berdampak pada jadwal peluncuran produk baru.
  • Kerusakan produk: Beberapa suku cadang yang diterima produsen mobil mengalami kerusakan akibat penanganan yang tidak tepat selama proses pengiriman.
  • Biaya logistik yang tinggi: Biaya transportasi dan penyimpanan yang tidak efisien menyebabkan tingginya biaya logistik secara keseluruhan.
  • Hilangnya pelanggan: Akibat dari keterlambatan dan kerusakan produk, beberapa produsen mobil beralih ke pemasok suku cadang lain yang lebih reliable.

Penerapan Strategi Manajemen Logistik yang Tepat

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Perusahaan X menerapkan berbagai strategi manajemen logistik yang tepat, diantaranya:

  • Optimasi pergudangan: Menerapkan sistem FIFO untuk pengelolaan persediaan dan menggunakan teknologi informasi untuk manajemen gudang yang lebih efisien.
  • Perencanaan rute pengiriman yang efisien: Menggunakan software perencanaan rute untuk mengoptimalkan rute pengiriman dan mengurangi jarak tempuh dalam mencapai tujuan.
  • Integrasi dengan sistem ERP: Melakukan integrasi sistem logistik dengan sistem ERP untuk mendapatkan informasi real-time mengenai persediaan dan pesanan.
  • Manajemen vendor yang efektif: Membangun hubungan yang lebih erat dengan vendor terpilih, melakukan negosiasi harga yang lebih baik, dan memantau kinerja vendor secara berkala.

Dampak Positif: Peningkatan Efisiensi, Kepuasan Pelanggan, dan Pertumbuhan Bisnis Setelah menerapkan strategi manajemen logistik yang tepat, Perusahaan X berhasil meraih dampak positif yang signifikan:

  • Peningkatan efisiensi: Waktu pengiriman menjadi lebih cepat dan biaya logistik secara keseluruhan berhasil ditekan.
  • Peningkatan kepuasan pelanggan: Produsen mobil yang menjadi pelanggan Perusahaan X mengalami peningkatan kepuasan karena pengiriman yang tepat waktu dan minim kerusakan produk.
  • Pertumbuhan bisnis: Dengan meningkatnya kepuasan pelanggan, Perusahaan X berhasil mempertahankan dan bahkan menambah pelanggan baru, sehingga mengalami pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Tips dan Rekomendasi untuk Meningkatkan Kualitas Logistik

a. Terapkan budaya continuous improvement Manajemen logistik adalah proses yang terus berkembang. Penting untuk selalu mencari peluang untuk meningkatkan sistem logistik kamu. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  • Evaluasi berkala: Lakukan evaluasi berkala terhadap kinerja sistem logistik kamu untuk mengidentifikasi area yang perlu perbaikan.
  • Benchmarking: Pelajari praktik-praktik terbaik dari perusahaan lain di industri kamu, dan terapkan hal-hal yang relevan dengan bisnis kamu.

b. Manfaatkan teknologi informasi Teknologi informasi dapat membantu kamu mengotomatisasi proses logistik, meningkatkan akurasi data, dan mempermudah pengambilan keputusan. Beberapa teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain:

  • Sistem manajemen gudang (Warehouse Management System/WMS): Membantu mengelola persediaan, melacak pergerakan barang, dan mengoptimalkan alur kerja di gudang.
  • Sistem transportasi dan manajemen armada (Transportation Management System/TMS): Membantu perencanaan rute pengiriman, pelacakan kendaraan

c. Manfaatkan teknologi informasi (lanjutan)

  • Sistem pelacakan GPS: Memungkinkan kamu untuk melacak lokasi barang secara real-time selama proses pengiriman, sehingga memudahkan identifikasi potensi keterlambatan dan pengambilan keputusan yang tepat.
  • Software perkiraan permintaan (demand forecasting software): Membantu memprediksi permintaan pelanggan sehingga kamu dapat merencanakan persediaan dan kapasitas produksi secara lebih akurat.

d. Investasikan pada sumber daya manusia Sumber daya manusia yang kompeten di bidang logistik merupakan aset penting. Berikut hal yang perlu diperhatikan:

  • Rekrutmen: Rekrut karyawan yang memiliki keterampilan dan pengalaman yang relevan di bidang logistik.
  • Pelatihan: Berikan pelatihan yang memadai kepada karyawan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam manajemen logistik.
  • Motivasi: Ciptakan lingkungan kerja yang positif dan berikan motivasi kepada karyawan agar mereka dapat bekerja secara optimal.

e. Fleksibilitas dan Kemampuan Beradaptasi Logistik adalah bidang yang dinamis. Berikut hal yang perlu diperhatikan agar dapat beradaptasi dengan perubahan:

  • Perubahan permintaan pasar: Tetap waspada terhadap perubahan permintaan pasar dan sesuaikan strategi logistik kamu sesuai kebutuhan.
  • Regulasi pemerintah: Perhatikan perubahan regulasi pemerintah yang terkait dengan transportasi, pergudangan, dan bea cukai.
  • Perkembangan teknologi: Terus ikuti perkembangan teknologi di bidang logistik dan terapkan teknologi yang relevan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

f. Komunikasi dan Kolaborasi Komunikasi dan kolaborasi yang baik antara tim logistik dengan departemen lain sangat penting. Berikut hal yang perlu diperhatikan:

  • Komunikasi dengan tim produksi: Memastikan keselarasan antara jadwal produksi dengan perencanaan pengiriman.
  • Komunikasi dengan tim penjualan: Memastikan ketersediaan stok barang sesuai dengan pesanan pelanggan.
  • Komunikasi dengan tim keuangan: Memastikan pengelolaan biaya logistik yang optimal.

Kesimpulan

Manajemen logistik yang efektif tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional, tetapi juga dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Dengan menerapkan langkah-langkah implementasi yang tepat, strategi yang jitu, dan tips yang bermanfaat, kamu dapat membangun sistem logistik yang tangguh dan siap menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Ingat, logistik yang optimal ibarat mesin yang terus berputar, memastikan produk kita sampai ke tangan pelanggan dengan cepat, tepat, dan dalam kondisi prima. Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang logistik, supply chain, akuntansi, ERP, atau ingin bisa menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Sumber:

Mentzer, J. T., DeWitt, W., Keebler, J. S., Min, S., Nix, N. W., Smith, C. D., & Zacharia, Z. G. (2001). Defining supply chain management. Journal of Business logistics, 22(2), 1-25.

Anwar, S. N. (2013). Manajemen Rantai Pasokan (Supply Chain Management): Konsep dan Hakikat.

Zulkarnaen, W., Fitriani, I. D., & Yuningsih, N. (2020). Pengembangan Supply Chain Management Dalam Pengelolaan Distribusi Logistik Pemilu Yang Lebih Tepat Jenis, Tepat Jumlah Dan Tepat Waktu Berbasis Human Resources Competency Development Di KPU Jawa Barat. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 4(2), 222-243.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like