banner iklan

Ketahui 5 Unsur Penyusun Laporan Keuangan

Sindhu Partomo
Laporan Keuangan

Daftar Isi


Apa Itu Laporan Keuangan?

Laporan keuangan adalah format catatan informasi keuangan suatu perusahaan dalam satu periode akuntansi tertentu. Laporan ini digunakan untuk menggambarkan situasi kinerja usaha atau perusahaan tersebut. Di dalamnya mencatat transaksi pembelian, penjualan, dan transaksi bisnis lainnya yang bernilai ekonomi dan moneter. Laporan keuangan biasanya dibuat dalam periode tertentu, tergantung dari kebijakan perusahaan.

Pertanyaannya, apakah usaha kecil butuh laporan keuangan? Jawabannya adalah: ya. Usaha kecil juga memerlukan laporan keuangan. Meskipun skala usaha lebih kecil, laporan keuangan tetap penting untuk beberapa alasan. Laporan keuangan membantu pemilik usaha kecil dalam mengambil keputusan yang cerdas. Informasi tentang pendapatan, biaya, dan keuntungan membantu mereka memahami kinerja bisnis dan menentukan strategi ke depan. Laporan keuangan juga memungkinkan pemilik usaha untuk memantau kesehatan keuangan perusahaan. Dengan memeriksa neraca, laporan laba rugi, dan arus kas, mereka dapat mengidentifikasi masalah dan mengambil tindakan korektif. Jangan lupa, bahkan usaha kecil harus mematuhi persyaratan hukum dan pajak. Laporan keuangan diperlukan untuk mengajukan laporan pajak dan memenuhi kewajiban hukum.

Belum lagi, jika pemilik usaha ingin mengajukan pinjaman atau mencari investor, laporan keuangan akan menjadi referensi utama. Laporan ini membuktikan kelayakan bisnis dan kemampuan membayar utang. Terakhir, laporan keuangan memberikan transparansi kepada pihak terkait, termasuk karyawan, pemasok, dan pelanggan. Ini membangun kepercayaan dan memperkuat hubungan bisnis.

3 Fungsi Laporan Keuangan

  1. Evaluasi Kinerja

    Laporan keuangan memberikan informasi tentang kinerja dan kondisi finansial perusahaan. Dengan memahami kondisi keuangan, pemilik bisnis dapat memantau perkembangan bisnis mereka.

  2. Tolok Ukur Keputusan

    Laporan keuangan menjadi acuan dalam pengambilan keputusan bisnis.

  3. Portofolio Pinjaman dan Investor

    Laporan keuangan digunakan untuk mengajukan pinjaman atau mencari investor.

5 Unsur Penyusun Laporan Keuangan

Berikut adalah lima unsur penyusun laporan keuangan:

  1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)

    Menurut Jurnal Ilmiah Akuntansi (JIA), Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pada suatu titik waktu. Ini mencakup aset, kewajiban, dan ekuitas.

  2. Laporan Kinerja Keuangan (Laba Rugi)

    Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan, beban, dan laba bersih suatu entitas selama periode tertentu.

  3. Laporan Perubahan Modal

    Laporan ini mencatat perubahan dalam ekuitas pemilik selama periode tertentu, termasuk investasi, laba ditahan, dan distribusi dividen.

  4. Laporan Arus Kas

    Laporan ini menggambarkan arus masuk dan keluar kas dari aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan.

  5. Catatan Atas Laporan Keuangan

    Catatan ini memberikan penjelasan lebih lanjut tentang item-item dalam laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang diterapkan.

Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan

Dalam membuat dan membaca laporan keuangan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar laporan tersebut akurat, relevan, dan bermanfaat. Berikut adalah poin-poin penting yang harus kamu perhatikan:

  1. Bahasa Laporan Keuangan

    Pastikan laporan keuangan ditulis dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami oleh pengguna. Hindari penggunaan istilah teknis yang membingungkan.

  2. Mata Uang Pelaporan

    Tentukan mata uang yang digunakan dalam laporan keuangan. Konsistensi dalam mata uang sangat penting agar data dapat dibandingkan dengan akurat.

  3. Pencatatan Transaksi

    Selalu catat setiap transaksi dengan akurat. Pastikan pencatatan dilakukan secara teratur dan sesuai dengan prinsip akuntansi.

  4. Tidak Mencampur Keuangan Perusahaan dengan Keuangan Pribadi

    Jangan mencampur dana pribadi dengan dana perusahaan. Pisahkan rekening bank dan transaksi pribadi dari yang berhubungan dengan bisnis.

  5. Bukti Transaksi

    Setiap transaksi yang tercatat harus memiliki bukti yang valid. Bukti ini dapat berupa faktur, kwitansi, atau dokumen lain yang mendukung transaksi.

  6. Komponen Laporan Keuangan yang Lengkap

    Pastikan laporan keuangan mencakup komponen utama, seperti neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.

    Contoh komponen utama:

    1. Neraca: Aset, kewajiban, dan ekuitas

    2. Laporan Laba Rugi: Pendapatan dan biaya

    3. Laporan Arus Kas: Aliran kas masuk dan keluar

    4. Catatan Atas Laporan Keuangan: Penjelasan tambahan

  7. Penempatan File Khusus untuk Setiap Transaksi

    Simpan dokumen transaksi secara teratur dalam file khusus. Ini memudahkan audit dan memastikan transaksi dapat ditemukan kembali.

  8. Informasi Komparatif

    Bandingkan data laporan keuangan dengan periode sebelumnya. Analisis perubahan dan tren untuk memahami kinerja perusahaan.

Ingatlah bahwa laporan keuangan adalah alat penting dalam mengelola bisnis. Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kamu dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih baik dan lebih informatif!

Kalau kamu mau menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like