Pengertian dan Contoh MFG Date, Exp Date dan Batch Number Pada Kemasan Produk

Sindhu Partomo
Pengertian dan Contoh MFG Date, Exp Date dan Batch Number Pada Kemasan Produk

Daftar Isi


Membeli produk kemasan tidak hanya memerhatikan harga atau brandnya saja, lho! Saat membeli produk di supermarket atau warung ada hal penting lain yang harus kamu perhatikan. Salah satunya adalah angka MFG, Expiration/expired Date, dan Batch Number yang tertera di setiap kemasan produk. Apalagi kalau ada diskon besar-besaran, kamu wajib mengecek informasi-informasi tersebut terutama expired date-nya. Namun, masih banyak orang yang menganggap sepele dan tak tahu apa sebenarnya kegunaan dari keterangan-keterangan pada kemasan produk tersebut. Selain produk makanan, produk kesehatan juga harus kamu perhatikan dengan baik. Di Indonesia, produk makanan/minuman, obat-obatan, perawatan tubuh, hingga kosmetik haruslah memiliki sertifikasi yang diterbitkan oleh otoritas berwenang salah satunya Kemenkes dan BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Pada sertifikasi halal, instansi yang berwenang untuk memberikan sertifikasi adalah MUI atau Majelis Ulama Indonesia. Sebuah produk harus didistribusikan dalam keadaan layak konsumsi. Produk yang sudah ada di supermarket atau di retail store, pasti menyertakan batas waktu aman konsumsi di kemasan produk. Hal ini menunjukkan jangka waktu aman produk untuk dikonsumsi dan ditentukan oleh produsen. Apabila telah lewat dari batas waktu tersebut maka produk tak sudah kedaluwarsa atau dianggap rusak dan tidak aman. Dalam hal ini, masyarakat harus hati-hati dan teliti dalam membeli produk kemasan dengan memeriksa tanggal kedaluwarsa-nya terlebih dahulu. Produsen juga diharuskan untuk mencantumkan expired date di luar kemasan agar terlihat oleh konsumen. Penjual atau pengecer tidak diizinkan untuk memajang produk yang sudah kedaluwarsa apalagi memberikan diskon agar dibeli konsumen. Untuk beberapa situasi, produsen tidak hanya menyebutkan batas kedaluwarsa secara eksplisit namun hanya mencantumkan informasi kelayakan produk. Itu mengapa, masyarakat harus mengetahui beberapa kode-kode penting berikut ini seperti MFG Date, Expired Date, dan Batch Number.

MFG Date (Manufacturing Date)

MFG Date atau MFD atau juga bisa disebut dengan Manufacturing Date, didefinisikan sebagai tanggal pembuatan suatu produk di pabrik perusahaan. Tanggal pembuatan yang tertera di produk kemasan dapat dijadikan sebagai acuan untuk menentukan tanggal kedaluwarsa sebuah produk kemasan. Contohnya, apabila sertifikasi layak konsumsi sebuah produk makanan atau minuman ditentukan selama 6 bulan sejak diproduksi maka ketika MFG Date di kemasan menunjukkan tanggal 10 Oktober 2020, tanggal kedaluwarsa produk tersebut adalah sekitar tanggal 10 April 2021. Pada umumnya, MFG yang tertera pada produk kemasan digunakan sebagai referensi produsen dan badan pengawas seperti BPOM. Konsumen cukup untuk mengetahui kapan produk tersebut kedaluwarsa saja. Selain itu, konsumen juga bisa menggunakan MFD sebagai pertimbangan dalam memilih produk yang lebih aman. Khusus untuk penjual, informasi yang tertera pada MFG digunakan sebagai acuan untuk mendapat stok terbaru yang akan dipajang di Toko. Format penulisan MFG Date atau MFD biasanya diawali dengan simbol MFG atau Mfg yang kemudian diikuti dengan kode tanggal, bulan, dan tahun. Contohnya, Mfg Ddmmyyyy atau Mfg Mmyy. Ketika kode MFG bertuliskan ‘Mfg0218’ berarti produk diproduksi pada bulan Februari 2018 sedangkan apabila MFG berkode Mfg11022018, artinya produk dibuat pada tanggal 11 Februari 2018.

Exp Date (Expiration/expired Date)

Exp Date adalah singkatan dari Expired atau Expiring atau expiration Date yang menunjukkan tanggal kedaluwarsa sebuah produk layak konsumsi. Ketika produk sudah melewati tanggal kedaluwarsa maka produk tersebut dinyatakan basi atau rusak sehingga tidak boleh dijual pada konsumen. Banyak konsumen yang salah mengerti dan beranggapan kalau waktu tak layak konsumsi sebuah produk adalah h+1 dari tanggal kedaluwarsa yang tertera. Maksudnya, ketika tanggal kedaluwarsa produk adalah 5 Maret 2020, maka produk mulai tak layak konsumsi esoknya atau tanggal 6 Maret 2020. Nyatanya, ketika expired date sebuah produk adalah 5 Maret 2020 maka sejak saat itu produk tersebut sudah tak layak digunakan atau dikonsumsi. Sebagai konsumen, memilih produk harus jeli dan hati-hati. Setiap produk harus menyertakan tanggal kedaluwarsa di bagian luar sehingga mudah terlihat. Jangan pernah membeli produk yang batas kedaluwarsanya tak terlihat atau berada di bagian dalam kemasan. Itu menunjukkan bahwa produk tersebut tak layak konsumsi atau tidak aman dalam proses produksinya sehingga produsen tidak tahu kapan produk tersebut rusak atau basi. Kode dari expired date biasanya berformat Exp DDMMYYYY atau Exp MMYY. Contohnya, bila pada produk kemasan kode expired bertuliskan Exp 0211 berarti produk rusak pada bulan Februari 2011 sedangkan bila dituliskan Exp 020211 artinya produk kedaluwarsa tanggal 2 Februari 2011.

Period After Opening

Period After Opening (PAO) adalah durasi waktu yang disarankan oleh produsen untuk menggunakan produk setelah kemasan dibuka untuk pertama kalinya. Informasi PAO biasanya dinyatakan dalam bentuk simbol terbuka (terlihat seperti toples terbuka) dengan angka dan huruf, misalnya “6M”, “12M”, atau “24M”. Huruf “M” tersebut berarti “months” atau bulan, yang menunjukkan bahwa produk tersebut aman digunakan selama 6, 12, atau 24 bulan setelah dibuka.

Batch Number

Batch number atau nomor kelompok mengindikasikan nomor kelompok sebuah produk yang diproduksi secara masal. Sebagai contoh, ketika perusahaan membuat sebuah produk minuman dalam jumlah besar anggap saja satu juta produk. Maka setiap produk yang diproduksi secara massal tersebut akan memiliki nomor kelompok yang sama. Pada produk massal kedua, nomor kelompok akan berbeda dan produk yang berasal dari kelompok tersebut akan memiliki kode kelompok yang sama. Intinya, semua produk yang dibuat dalam proses pengolahan yang sama akan memiliki nomor kelompok yang sama. Kegunaan nomor kelompok atau batch number sebenarnya adalah untuk produsen dan badan pengawas dalam mengontrol kualitas. Maka dari itu, kode ini biasanya hanya dimengerti oleh produsen dan penjual terkait. Ketika salah satu produk di kelompok yang sama memiliki kesalahan campuran atau tak layak digunakan, maka seluruh produk di kelompok tersebut harus ditarik dan dimusnahkan. Nomor kelompok bisa saja terdiri dari angka dan huruf. Apabila produk yang berada dalam satu kelompok diproduksi di pabrik yang berbeda, maka nomor kelompok akan berisi kode pabrik-nya. Contohnya, BATCH 965531 yang sudah mengandung unsur kelompok produksi dan kemungkinan kode pabriknya.Selain itu, batch number pada produk biasanya digunakan untuk menyakinkan bahwa produk tersebut memang asli. Terutama untuk produk kosmetik dan obat-obatan. Tak jarang, nomor kelompok dinyatakan secara eksplisit di setiap kemasan atau pada karton produk. Itu mengapa, beberapa kemasan produk tak memiliki batch number karena telah tertera di karton bungkus produk.

Contoh MFG Date, Exp Date, dan Batch Number pada Berbagai Produk

  • Makanan dan Minuman
    Pada kemasan makanan dan minuman, MFG Date dan Exp Date biasanya dicetak di bagian atas atau bawah kemasan. Misalnya, pada kaleng susu, kamu mungkin melihat tanggal pembuatan “MFG 01/01/2023” dan tanggal kedaluwarsa “EXP 01/01/2024”. Ini berarti susu tersebut diproduksi pada 1 Januari 2023 dan aman dikonsumsi hingga 1 Januari 2024. Batch Number mungkin terlihat seperti “BATCH 12345”, yang memberikan informasi spesifik tentang kelompok produksi susu tersebut.
  • Kosmetik
    Pada produk kosmetik, tanggal pembuatan dan kedaluwarsa sering dicetak di dasar atau sisi kemasan. Sebagai contoh, pada botol lotion, kamu mungkin menemukan MFG Date “MFG 03/2022” dan Exp Date “EXP 03/2024”. Ini berarti lotion tersebut diproduksi pada Maret 2022 dan aman digunakan hingga Maret 2024. Batch Number pada produk kosmetik bisa terlihat seperti “BN 67890”. Pada botol foundation, Anda mungkin melihat simbol toples terbuka dengan “12M” di sebelahnya. Ini adalah digit PAO, yang berarti produk tersebut aman digunakan selama 12 bulan setelah dibuka.
  • Obat-obatan
    Untuk obat-obatan, informasi tanggal sangat penting karena berkaitan dengan keamanan dan efektivitas obat. Pada kemasan obat, kamu mungkin melihat MFG Date “MFG 10/2021” dan Exp Date “EXP 10/2023”. Batch Number biasanya dicetak sebagai “Lot 54321”. Informasi ini memastikan bahwa obat tersebut masih aman dan efektif untuk digunakan dalam periode yang ditentukan.
  • Produk Pembersih
    Pada produk pembersih rumah tangga, tanggal pembuatan dan kedaluwarsa juga penting, meskipun masa simpannya mungkin lebih lama dibandingkan dengan makanan atau obat-obatan. Sebagai contoh, pada botol cairan pembersih, kamu mungkin menemukan “MFG 05/2021” dan “EXP 05/2025”. Batch Number mungkin terlihat seperti “Batch 98765”.

Tips Membeli Produk dengan Memperhatikan MFG Date, Exp Date, dan Batch Number

  1. Selalu Periksa Informasi Tanggal dan Kode Pada Kemasan Produk Sebelum Membeli
    Pastikan kamu selalu memeriksa MFG Date, Exp Date, dan Batch Number sebelum membeli produk. Informasi ini biasanya dicetak di bagian atas, bawah, atau sisi kemasan.

  2. Hindari Membeli Produk yang Sudah Melewati Tanggal Kedaluwarsa
    Jika kamu menemukan produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa, jangan membelinya. Produk tersebut mungkin tidak lagi aman untuk dikonsumsi atau digunakan.

  3. Pilih Produk dengan Tanggal Produksi yang Terbaru Jika Memungkinkan
    Jika ada pilihan, pilihlah produk dengan tanggal produksi yang terbaru untuk memastikan kamu mendapatkan produk yang paling segar dan berkualitas.

  4. Simpan Produk dengan Cara yang Benar
    Setelah membeli produk, pastikan kamu menyimpannya dengan benar sesuai petunjuk pada kemasan. Hal ini akan membantu menjaga kualitas dan keamanan produk.

Mudah-mudahan sekarang kamu sudah paham cara membaca MFG, Expired Date, dan Batch Number, ya. Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang stok barang, supply chain, inventory management, atau software ERP yang memudahkan pembukuan stok, kamu bisa pelajari di blog Ukirama.

Sumber:

Hanggara, A. (2019). Pengantar Akuntansi. Jakad Media Publishing.
Detik.com: Jurnal Penutup
Gramedia.com: Jurnal Penutup
Dailysocial: Jurnal Penutup

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like