Segmentasi Pasar: Cara Menargetkan Audiens Online dengan Tepat

Sindhu Partomo
Segmentasi Pasar: Cara Menargetkan Audiens Online dengan Tepat

Daftar Isi


Pengertian Segmentasi Pasar

Ilustrasi Chart Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah proses membagi pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen berdasarkan karakteristik demografis, geografis, psikografis, dan perilaku. Dengan mengidentifikasi segmen pasar yang berbeda, pemasar dapat:

  • Mengembangkan pesan pemasaran yang lebih terarah: Pesan yang dirancang khusus untuk setiap segmen pasar akan lebih relevan dan menarik bagi audiens yang dituju.
  • Meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran: Dengan menargetkan segmen pasar yang tepat, pemasar dapat memaksimalkan penggunaan anggaran dan sumber daya mereka.
  • Meningkatkan ROI (Return on Investment): Kampanye pemasaran yang terarah dengan baik akan menghasilkan konversi yang lebih tinggi dan ROI yang lebih baik.

Metode dan Teknik Segmentasi Pasar Digital

Terdapat berbagai metode dan teknik segmentasi pasar digital yang dapat digunakan para pemasar, antara lain:

  1. Segmentasi Demografis: Membagi pasar berdasarkan usia, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, pekerjaan, dan status pernikahan.

Sebagai contoh, kalau kamu ingin menjual produk premium dengan harga relatif mahal, kamu tentu ingin mengincar calon pembeli yang punya pendapatan atau dana cukup.

Begitu juga kalau kamu ingin menjual kasur khusus untuk kesehatan tulang punggung, tentu akan lebih baik kalau kamu bisa menyasar demografi usia 35 tahun ke atas.

  1. Segmentasi Geografis: Membagi pasar berdasarkan lokasi geografis, seperti negara, wilayah, kota, atau bahkan kode pos.

Misalnya kamu ingin berjualan payung, tentunya lebih baik kalau bisa menguasai segmen pasar di kota yang sering hujan, seperti Bogor.

  1. Segmentasi Psikografis: Membagi pasar berdasarkan gaya hidup, nilai-nilai, minat, dan kepribadian. Contohnya, anggap bahwa kita berjualan kaos, dan desain kaos itu terinspirasi dari budaya musik rock. Maka kita bisa fokus mengincar segmen pasar penggemar lagu-lagu rock.

  2. Segmentasi Perilaku: Membagi pasar berdasarkan pola pembelian, penggunaan media, dan loyalitas merek.

Contohnya, ketika ingin menjual alat-alat untuk menyeduh kopi, maka sebaiknya kita mencari calon pembeli yang rutin membeli biji kopi, maupun mengikuti akun-akun media sosial yang membahas tentang kopi.

Pemasaran online (digital) maupun offline, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam mencapai tujuan tersebut. Berikut adalah beberapa perbedaan signifikan antara menargetkan audiens secara online dan offline:

  1. Jangkauan:

    • Online: Jangkauan online jauh lebih luas dan tidak terbatas oleh batasan geografis. Iklan online dapat dilihat oleh orang-orang di seluruh dunia, asalkan mereka memiliki akses internet.
    • Offline: Jangkauan offline lebih terbatas dan terfokus pada area geografis tertentu. Iklan offline seperti billboard, brosur, dan iklan cetak hanya dapat menjangkau orang-orang di area di mana iklan tersebut dipasang.
  2. Biaya:

    • Online: Biaya penargetan audiens online dapat bervariasi tergantung pada platform, strategi, dan target audiens. Namun, secara umum, biaya online bisa lebih murah daripada offline, terutama untuk menjangkau audiens yang luas.
    • Offline: Biaya penargetan audiens offline umumnya lebih mahal, terutama untuk media seperti televisi, radio, dan papan reklame. Biaya produksi dan pemasangan iklan offline juga perlu dipertimbangkan.
  3. Ketepatan:

    • Online: Penargetan audiens online memungkinkan pemasar untuk menargetkan audiens dengan lebih tepat berdasarkan berbagai faktor seperti demografi, minat, perilaku online, dan lainnya. Platform online seperti media sosial dan Google Ads menyediakan berbagai fitur untuk membantu pemasar menargetkan audiens yang tepat.
    • Offline: Penargetan audiens offline umumnya kurang tepat dibandingkan online. Iklan offline biasanya menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk orang-orang yang tidak tertarik dengan produk atau layanan yang ditawarkan.
  4. Interaksi:

    • Online: Penargetan audiens online memungkinkan interaksi dua arah antara pemasar dan audiens. Pemasar dapat melacak konversi, mendapatkan umpan balik, dan berinteraksi dengan audiens secara langsung melalui platform online.
    • Offline: Interaksi dengan audiens offline umumnya lebih terbatas. Pemasar mungkin tidak dapat melacak konversi atau mendapatkan umpan balik secara langsung dari audiens.
  5. Pengukuran:

    • Online: Penargetan audiens online memungkinkan pemasar untuk mengukur efektivitas kampanye dengan mudah. Platform online menyediakan data analitik yang dapat digunakan untuk melacak konversi, rasio klik-tayang, dan metrik lainnya.
    • Offline: Pengukuran efektivitas kampanye offline lebih sulit. Pemasar mungkin perlu mengandalkan survei, studi kasus, atau indikator tidak langsung lainnya untuk mengukur efektivitas kampanye.

Alat dan Platform untuk Segmentasi Pasar Digital

Berbagai alat dan platform digital tersedia untuk membantu pemasar dalam melakukan segmentasi pasar, antara lain:

  • Google Analytics: Memberikan data tentang demografi, minat, dan perilaku pengunjung situs web.
  • Facebook Audience Insights: Memungkinkan pemasar untuk menargetkan iklan berdasarkan data demografis, minat, dan perilaku pengguna Facebook.
  • Sprout Social: Memberikan alat untuk menganalisis media sosial dan mengidentifikasi tren dan topik yang sedang hangat.
  • SurveyMonkey: Memungkinkan pemasar untuk membuat survei online untuk mengumpulkan data tentang audiens mereka.

Kesalahan Umum dalam Segmentasi Pasar Digital dan Cara Menghindarinya

Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan dalam segmentasi pasar digital dan cara menghindarinya:

  • Menggunakan data yang tidak akurat: Pastikan untuk menggunakan data yang akurat dan terkini untuk segmentasi pasar.
  • Menggunakan terlalu banyak segmen: Membagi pasar menjadi terlalu banyak segmen dapat membuat strategi pemasaran menjadi rumit dan tidak efektif.
  • Memilih segmen yang tidak menguntungkan: Pastikan untuk memilih segmen pasar yang cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani.
  • Mengabaikan faktor eksternal: Pertimbangkan faktor eksternal seperti tren ekonomi dan sosial saat melakukan segmentasi pasar.

Cara Mengukur Efektivitas Segmentasi Pasar Digital

Penting untuk mengukur efektivitas segmentasi pasar digital untuk memastikan bahwa itu mencapai tujuan yang diinginkan. Beberapa metrik yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas segmentasi pasar digital meliputi:

  • Tingkat konversi: Tingkat konversi untuk setiap segmen pasar.
  • Nilai rata-rata pesanan: Nilai rata-rata pesanan untuk setiap segmen pasar.
  • Tingkat retensi pelanggan: Tingkat retensi pelanggan untuk setiap segmen pasar.
  • ROI: ROI untuk setiap segmen pasar.
  • Umpan balik pelanggan: Umpan balik pelanggan dari setiap segmen pasar.

Studi Kasus: Rahasia Sukses Segmentasi Pasar Nike di Industri Sepatu Olahraga

Nike, pemimpin global dalam sepatu dan apparel olahraga, telah secara konsisten menunjukkan keahliannya dalam segmentasi pasar. Dengan memahami kebutuhan dan preferensi beragam dari target audiens mereka, Nike telah berhasil memposisikan dirinya sebagai merek yang melayani semua jenis atlet, mulai dari atlet profesional hingga penggemar olahraga kasual. Dalam studi kasus ini, kita akan membahas bagaimana Nike secara efektif telah melakukan segmentasi industri sepatu olahraga dan menuai keuntungan dari strategi segmentasi mereka.

  1. Segmentasi berdasarkan Jenis Olahraga dan Tingkat Performa: Salah satu strategi segmentasi utama Nike adalah mengkategorikan produk mereka berdasarkan jenis olahraga dan tingkat performa atlet. Misalnya, Nike menjual line-up sepatu khusus untuk basket, lari, sepak bola, tenis, dan banyak olahraga lainnya. Dalam setiap olahraga, mereka selanjutnya mengelompokkan produk mereka berdasarkan tingkat performa, seperti profesional, amatir, atau rekreasi. Pendekatan ini memungkinkan Nike untuk memenuhi kebutuhan unik atlet dalam berbagai olahraga dan tingkat performa, memastikan mereka memiliki sepatu yang tepat untuk setiap atlet.
  2. Segmentasi berdasarkan Jenis Kelamin: Nike meneliti betul perbedaan kebutuhan dan gaya antara pria dan wanita. Mereka sukses mengembangkan lini produk terpisah untuk pria dan wanita, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bentuk kaki, ukuran, dan desain. Dengan menyesuaikan model-model mereka untuk semua gender, Nike secara efektif mencaplok pangsa pasar yang lebih besar dan membangun loyalitas merek yang kuat di antara atlet maupun amatir, baik pria dan wanita.
  3. Segmentasi berdasarkan Usia: Nike berhasil melakukan segmentasi pasar mereka dengan memenuhi kebutuhan dan preferensi berbagai segmen usia, termasuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Misalnya, lini produk Nike untuk anak-anak berfokus pada daya tahan, kenyamanan, dan desain yang menarik untuk menarik para atlet muda dan orang tua mereka. Di sisi lain, penawaran mereka untuk orang dewasa lebih menekankan performa, gaya, dan kemajuan teknologi.
  4. Segmentasi berdasarkan Gaya Hidup: Nike menyadari bahwa tidak semua atlet hanya berfokus pada performa olahraga; banyak juga yang mencari sepatu olahraga untuk aktivitas sehari-hari dan gaya hidup mereka. Untuk memenuhi segmen ini, Nike telah menciptakan lini produk berorientasi gaya hidup, seperti Nike Air Max dan Nike Air Force 1, yang menawarkan kenyamanan, gaya, dan fleksibilitas untuk mereka yang ingin tampil fashionable setiap hari. Strategi segmentasi ini memungkinkan Nike untuk memasuki pasar yang lebih luas, tidak hanya mereka yang suka berolahraga.
  5. Segmentasi berdasarkan Lokasi Geografis: Strategi segmentasi pasar Nike tidak terbatas pada demografi dan psikografis; mereka juga mempertimbangkan lokasi geografis. Nike menyesuaikan penawaran produk mereka berdasarkan kebutuhan dan preferensi spesifik konsumen di berbagai wilayah dan negara. Misalnya, mereka mungkin memperkenalkan lini sepatu yang dirancang khusus untuk iklim dan medan wilayah tertentu atau berkolaborasi dengan atlet lokal untuk menciptakan produk yang sesuai dengan budaya lokal.

Tips Melakukan Segmentasi Pasar Digital yang Efektif Berikut adalah beberapa tips dan saran untuk melakukan segmentasi pasar digital yang efektif:

  • Gunakan data yang akurat dan terkini: Pastikan untuk menggunakan data yang akurat dan terkini untuk segmentasi pasar.
  • Pilih segmen pasar yang tepat: Pilih segmen pasar yang cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani.
  • Gunakan alat dan platform yang tepat: Gunakan alat dan platform yang tepat untuk membantu Anda melakukan segmentasi pasar.
  • Ukur dan analisis hasil: Ukur dan analisis hasil segmentasi pasar Anda untuk memastikan bahwa itu efektif.
  • Terus beradaptasi: Segmentasi pasar bukanlah proses statis. Penting untuk terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan.

Kesimpulan

Segmentasi pasar digital adalah alat penting bagi para pemasar digital untuk menjangkau audiens yang tepat dengan pesan yang tepat. Dengan menggunakan metode dan teknik yang tepat, pemasar dapat meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran mereka, meningkatkan ROI, dan mencapai kesuksesan dalam pemasaran online. Baik penargetan audiens online maupun offline memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pilihan strategi yang tepat tergantung pada tujuan pemasaran, target audiens, dan anggaran yang tersedia. Pemasar yang cerdas akan menggunakan kombinasi strategi online dan offline untuk mencapai hasil yang optimal.

Tips:

  • Gunakan data untuk menargetkan audiens Anda: Baik online maupun offline, penting untuk menggunakan data untuk menargetkan audiens Anda dengan tepat. Ini dapat membantu Anda memastikan bahwa iklan Anda dilihat oleh orang-orang yang paling mungkin tertarik dengan produk atau layanan Anda.
  • Ukur hasil Anda: Penting untuk melacak dan mengukur hasil kampanye Anda sehingga Anda dapat melihat apa yang berhasil dan apa yang tidak. Ini akan membantu Anda menyempurnakan strategi Anda dari waktu ke waktu.
  • Gunakan kombinasi strategi: Jangan hanya fokus pada satu strategi penargetan audiens. Gunakan kombinasi strategi online dan offline untuk mencapai hasil yang optimal.

Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang bisnis, akuntansi, ERP, atau ingin bisa menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Sumber:

Faster Capital Investopedia

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like