Apa Itu Rekening Koran? Pengertian dan Fungsi Utamanya

Sindhu Partomo
Apa Itu Rekening Koran? Pengertian dan Fungsi Utamanya

Daftar Isi


Ada banyak dokumen penting untuk menunjang kegiatan finance, dokumen-dokumen ini harus bisa dipahami oleh nasabah. Sehingga ketika nanti didepan mereka membutuhkan untuk memakai dokumen itu, nasabah sudah mengerti cara membaca dan cara mendapatkannya.

Salah satunya adalah, rekening koran. Namun sayangnya dokumen tersebut jarang orang ketahui. Bahkan, jarang terdengar oleh orang lain. Kemudian terkadang orang tertukar antara rekening koran dengan mutasi rekening. Meskipun keduanya terlihat hampir sama, akan tetapi terdapat perbedaan diantara keduanya.

Artikel ini akan memberikan anda insight dan juga panduan yang praktis mengenai rekening koran, juga cara kita sebagai nasabah untuk bisa memanfaatkannya untuk mengelola keuangan yang lebih efektif dan efisien.

Pengertian Rekening Koran

Rekening koran merupakan salah satu dokumen yang diterbitkan oleh bank yang didalamnya memiliki isi berupa rincian transaksi keuangan yang ada di rekening nasabah tersebut, dan dalam periode yang diinginkan. Misal, 1 bulan periode.

Di dalamnya, ada catatan dari transaksi yang dilakukan nasabah, seperti debit dan kredit yang terjadi. Jenis juga dicatat seperti setoran, penarikan, transfer, dan pembayaran. Dokumen ini kerap kali digunakan untuk menjadi alat verifikasi dan juga pengawasan aktivitas keuangan nasabah.

Mudahnya, rekening koran itu seperti laporan keuangan yang isinya menggambarkan aliran keluar masuk uang dari suatu rekening bank. Selain itu, dokumen ini juga bisa menjadi bukti sah hukum untuk seluruh transaksi yang telah terjadi pada rekening tersebut. Sebagai contoh, ketika seorang nasabah diwajibkan untuk membuktikan bahwa memang mereka yang melakukan transaksi tertentu, nasabah tersebut bisa memakai atau merujuk ke rekening koran sebagai alat pembukti atau verifikasi.

Fungsi Rekening Koran bagi Nasabah

Dokumen ini mempunyai beberapa fungsi yang penting untuk nasabah, yaitu:
Monitoring Keuangan: Dokumen ini akan membantu nasabah untuk bisa memonitor seluruh transaksi dari keuangan mereka sendiri. Dengan melihat atau merujuk ke rekening koran, nasabah bisa melihat dengan detail apa saja transaksi yang dilakukan, baik itu setoran, penarikan, dan pembayaran.
Verifikasi Transaksi: Dokumen ini juga bisa digunakan untuk menjadi alat verifikasi. Jika nasabah merasa ada transaksi yang mencurigakan atau nasabah tersebut tidak merasa melakukan transaksi itu, maka nasabah bisa melaporkan ke pihak bank untuk menindaklanjuti hal tersebut.
Mengikuti Lelang: Untuk beberapa kasus, ketika nasabah mengikuti lelang atau tender dokumen ini diperlukan untuk menjadi salah satu dokumen persyaratan.
Audit Keuangan: Ketika melakukan proses audit keuangan, rekening koran akan sangat berguna. Dengan menggunakan dokumen tersebut, memungkinkan perusahaan untuk memeriksa kembali transaksi yang telah dilakukan untuk bisa memastikan bahwa tidak ada kesalahan atau kecurangan yang terjadi dalam transaksi.
Pembuktian Hukum: Rekening koran bisa digunakan untuk menjadi bukti hukum dalam berbagai situasi, misalnya ketika nasabah mengalami sengketa keuangan atau nasabah butuh pembuktian pembayaran.
Pengajuan Kredit: Ketika nasabah ingin mengajukan sebuah kredit atau pinjaman, seringkali bank meminta rekening koran dari nasabah untuk menjadi salah satu dokumen yang perlu dilampirkan, untuk menilai kelayakan nasabah.
Persyaratan VISA: Selain itu, dalam pengajuan VISA, rekening koran juga dibutuhkan, karena bisa membuktikan ketersediaan dana penunjang finansial pemohon VISA ketika mengunjungi negara tujuan.

Bagian-bagian yang ada di dalam Rekening Koran

Berikut adalah komponen utama yang biasanya ada di rekening koran, antara lain:

Identitas Nasabah: Untuk bagian ini, berisi nama, alamat, kemudian nomor rekening nasabah.
Periode Laporan: Bagian ini menunjukkan periode dari rekening koran yang diterbitkan, misalnya dari tanggal 1 hingga 30 bulan tertentu.
Ringkasan Transaksi: Kemudian bagian ini berisi catatan keseluruhan transaksi keuangan yang terjadi selama periode dari laporan. Biasanya berisi seperti tanggal, deskripsi transaksi, jumlah debit atau kredit, dan saldo akhir setelah transaksi.
Total Debit dan Kredit: Bagian ini menunjukkan total jumlah debit dan kredit selama periode laporan.
Biaya Administrasi: Bagian ini mencatat berapa banyak biaya administrasi yang dikenakan oleh pihak bank untuk layanan rekening koran.
Saldo Awal dan Akhir: Dan yang terakhir, bagian ini menunjukkan berapa saldo awal pada awal periode laporan dan saldo akhir di akhir periode laporan.

Cara Mendapatkan dan Membaca Rekening Koran

Untuk mendapatkan rekening koran, ada beberapa cara yaitu:
Kantor Cabang Bank Terdekat: Cara yang pertama ini bisa dilakukan dengan datang ke cabang bank terdekat. Kemudian nasabah meminta cetakan dokumen tersebut. Untuk melakukan cara ini, biasanya nasabah diminta untuk membawa buku tabungan asli juga identitas diri.
Internet Banking: Ada cukup banyak bank yang menyediakan layanan internet banking yang memungkinkan nasabah mengaksesnya secara online. Nasabah bisa mencetaknya atau bisa juga mengunduh e-statement secara langsung dari website bank.
Mobile Banking: Selain Internet Banking, Mobile Banking juga menjadi salah satu cara untuk melihat dan mengunduhnya. Seperti contohnya bank BCA yang bisa mengecek juga mencetak rekening koran BCA dengan aplikasi myBCA, selain itu bank Mandiri juga menyediakan aplikasi mobile banking dengan nama Livin’ by Mandiri
Customer Service: Selanjutnya, nasabah juga bisa menghubungi customer service dari bank untuk meminta dikirimkan ke alamat email nasabah tersebut.

Baca juga: Cara Meletakkan Pendapatan Bunga Bank dan Biaya Administrasi Bank dalam Jurnal Akuntansi

Untuk mendapatkannya, ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan oleh nasabah:

  • Buku tabungan asli
  • Kartu debit
  • Kartu identitas
  • Biaya cetak

Ketika membaca dokumen ini, nasabah harus bisa memahami istilah-istilah dan juga komponen yang ada di dokumen tersebut. Berikut adalah cara untuk membaca rekening koran:
Periksa Identitas dan Periode Laporan: Nasabah harus memastikan identitas dan periode dari rekening koran sesuai dengan permintaan dari nasabah.
Teliti Ringkasan Transaksi: Selanjutnya periksa juga setiap transaksi yang tercatat secara teliti, mulai dari tanggal, deskripsi, jumlah debit dan kredit, dan saldo akhir setelah adanya transaksi.
Verifikasi Total Debit dan Kredit: Pastikan anda memeriksa total debit dan kredit, apakah sudah sesuai dengan transaksi yang terjadi ketika periode tersebut.
Periksa Biaya Administrasi: Nasabah juga perlu memeriksa ada atau tidaknya biaya administrasi, jika ada perlu diperiksa apakah jumlah dari biaya administrasi tersebut sesuai atau tidak.
Memeriksa ulang Saldo Awal dan Akhir: Hal ini dilakukan dengan cara memastikan secara teliti apakah saldo awal dan saldo akhir sudah sesuai dengan transaksi yang terjadi.
Memahami Kode Dan Singkatan: Untuk bisa membacanya, anda juga perlu memahami kode-kode yang ada dan singkatan tertentu yang ada.

Meskipun terlihat mirip, namun rekening koran dan mutasi rekening memiliki beberapa perbandingan, yaitu:

perbandingan rekening koran

Manfaat Rekening Koran dalam Pengelolaan Keuangan

Selanjutnya setelah anda berhasil membuat Rekening koran mempunyai banyak manfaat ketika melakukan pengelolaan keuangan, yaitu:
1. Mengontrol Keuangan: Dengan membaca dan menganalisanya, nasabah bisa melihat pengeluaran mereka dan menganalisa apakah pengeluaran dari nasabah terlalu banyak atau tidak. 2. Perencanaan Keuangan: Dokumen ini bisa membantu nasabah dalam melakukan perencanaan keuangan, hal ini bisa terjadi karena nasabah bisa menganalisa pola pengeluaran dan pemasukan mereka. Sehingga kedepannya nasabah bisa melakukan perencanaan anggaran yang lebih efektif.
3. Mendeteksi Adanya Kesalahan atau Kecurangan: Dengan memeriksanya secara berkala, nasabah bisa mendeteksi adanya kecurangan ataupun kesalahan dalam transaksi keuangannya mereka.
4. Pembuktian Transaksi: Dalam hal ini, biasanya ketika menghadapi sengketa atau permasalahan yang berhubungan dengan keuangan, dokumen ini bisa menjadi alat bukti kuat yang sah dalam transaksi.
5. Audit dan Kepatuhan: Dalam melakukan proses audit keuangan, dokumen ini memiliki peran penting karena akan memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan juga standar akuntansi.
6. Pengajuan Pinjaman: Dalam melakukan permintaan pinjaman atau kredit, rekening koran juga menjadi syarat dokumen yang wajib dilampirkan.
7. Pelaporan Pajak: Dalam pelaporan pajak, dokumen ini bisa membantu mempermudah. Karena menyediakan ringkasan dari transaksi. Yang akhirnya membantu menghitung pajak yang dibayar.

Summary

Rekening koran merupakan dokumen penting yang diterbitkan oleh pihak bank yang berisi ringkasan transaksi keuangan dari suatu rekening pada periode tertentu. Yang dimana dokumen ini mempunyai banyak fungsi untuk nasabah, contohnya mengawasi keuangan, audit keuangan perusahaan, atau juga verifikasi transaksi.
Untuk bisa mendapatkannya, nasabah bisa mengunjungi kantor cabang bank yang terdekat, menggunakan internet banking atau mobile banking. Nasabah yang paham cara membacanya, akan dapat mengelola keuangannya dengan lebih baik dan efisien dengan memanfaatkannya.
Selain membantu nasabah untuk bisa mengelola keuangan lebih efektif dan efisien, dokumen ini juga bisa membantu nasabah untuk mendeteksi kesalahan transaksi, kepatuhan terhadap peraturan keuangan.
Dengan demikian, ketika nasabah memahami cara membacanya, maka mereka akan mendapatkan banyak manfaat. Gunakanlah rekening koran secara bijak demi mencapai tujuan keuangan yang diinginkan.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like