Cara Membuat Jurnal Pembelian yang Ada Potongan Pembeliannya

Sindhu Partomo
Cara Membuat Jurnal Pembelian yang Ada Potongan Pembeliannya

Daftar Isi


Menjelang akhir tahun, biasanya ada banyak sekali perusahaan yang menawarkan diskon atau potongan pembelian. Harga bisa dikurangi beberapa persen saja hingga diskon besar-besaran, bergantung pada strategi marketing setiap perusahaan. Selain saat periode diskon, pemberian potongan pembelian juga bisa diberikan oleh perusahaan ketika ada pembelian dengan jumlah tertentu. Potongan pembelian bisa bermacam-macam, terkadang ada juga potongan karena pembeli membayar dalam periode waktu tertentu, istilahnya adalah potongan tunai. Sebaliknya, ada juga berbagai biaya tambahan saat pembelian, misalnya biaya pengiriman yang perlu dicatat di jurnal.

Apa Itu Potongan Pembelian?

Secara definisi, potongan pembelian adalah harga pokok persediaan yang dikurangi. Bentuk dan nominal pengurangannya bisa berbeda-beda, bergantung pada kebijakan sebuah perusahaan. Hak untuk menentukan berapa potongan pembelian pun sepenuhnya keputusan pihak perusahaan. Namun pada waktu tertentu, semisal ketika ada perjanjian kerja sama jangka panjang antara pembeli dan penjual. Bisa saja sejak awal perjanjian, mereka menyepakati besaran potongan pembelian ketika memenuhi syarat tertentu. Potongan pembelian ini harus dicatat dalam jurnal pembelian agar laporan keuangan tetap rapi. Caranya bisa berupa:

  • Pencatatan pembelian dengan harga netto
  • Pencatatan pembelian pada bagian utang dicatat netto maupun utang dicatat bruto

Contoh Jurnal Pembelian Dengan Potongan Pembelian

Untuk memperjelas bagaimana pencatatan jurnal dengan potongan pembelian di dalamnya, maka berikut ilustrasinya:Pada tanggal 1 Desember 2019, ada pembelian seharga Rp500.000,00. Syarat pembayaran dalam transaksi tersebut adalah 2/10, n/30. Kemudian, utang dibayarkan pada tanggal 10 Desember 2019 sehingga ada potongan pembelian sebesar 2%.Mengingat ada 2 cara pencatatan jurnal pembelian dengan potongan pembelian, kita coba satu persatu metode tersebut:

  1. Catatan pembelian dengan harga bruto

    TanggalKeteranganDebetKredit
    1 Des 2019PembelianRp500.000,00
    UtangRp500.000,00
    10 Des 2019UtangRp500.000,00
    Potongan pembelianRp10.000,00
    KasRp490.000,00

    Potongan pembelian senilai 2% yaitu Rp10.000,00 diberikan karena perusahaan melunasi sebelum tanggal 10 Desember 2019. Namun apabila pelunasan melunasi setelah tanggal 10 Desember 2019, maka tidak ada potongan pembelian.

  2. Catatan pembelian dengan harga netto

    TglUtang Dicatat NettoUtang Dicatat Bruto
    1 Des 2019PembelianRp490.000,00PembelianRp490.000,00
    UtangRp490.000,00Cadangan Potongan PembelianRp10.000,00
    UtangRp500.000,00
    10 Des 2019UtangRp490.000,00UtangRp500.000,00
    KasRp490.000,00Cadangan Potongan PembelianRp10.000,00
    KasRp490.000,00

    Itu tadi dua contoh cara pencatatan potongan pembelian dalam jurnal. Keduanya sama-sama benar selama potongan pembelian diberikan setelah memenuhi syarat tertentu. Sebagai catatan, beberapa metode penghitungan yang ada dalam ilustrasi pembelian di atas definisinya adalah:

    • 2/10, n/30
      Potongan pembelian ini berarti potongan yang diberikan adalah 2% dan dihitung dari harga faktur untuk periode pembayaran selama 10 hari setelah tanggal faktur
    • 2/10, 1/15, n/30
      Potongan pembelian berikutnya berarti potongan sebesar 2% diberikan dalam waktu 10 hari setelah tanggal faktur. Sementara untuk pembayaran 10 hari dan tidak lewat dari 15 hari, ada potongan sebanyak 1%. Pembayaran wajib dilakukan dalam batas waktu 30 hari setelah faktur dibuat.

Mengenal Lebih Jauh Jurnal Pembelian

Pencatatan dalam jurnal pembelian harus detil serta lengkap. Beberapa ketentuan pencatatan jurnal pembelian di antaranya:

  • Pembelian secara tunai dan kredit
    Pembelian barang dagang yang dilakukan secara tunai masuk dalam jurnal pengeluaran kas. Pembelian barang secara kredit dicatat dalam debit akun pembelian serta kredit akun utang dagang.Apabila jenis pembelian ini repetitif terus berulang, akan lebih efisien apabila disediakan kolom khusus pembelian dan utang dagang. Pencatatannya pun bisa memangkas waktu.

  • Pembelian kredit barang lain
    Pembelian kredit barang lain juga harus termonitor dengan baik. Contohnya saat membeli perlengkapan dan peralatan produksi, akan masuk dalam kolom debit akun perlengkapan serta kredit akun utang dagang.Sama seperti pembelian tunai dan kredit, apabila transaksi ini terjadi berulang-ulang maka sebaiknya dibuatkan kolom tersendiri.

  • Pembelian barang yang tidak berulang
    Terkadang ada juga pembelian barang yang sifatnya tidak berulang atau hanya sesekali. Tak perlu membuat kolom khusus dalam jurnal pembelian, bisa masuk dalam kolom lainnya (serba-serbi).

Bentuk Jurnal Pembelian

Bentuk jurnal pembelian sebuah perusahaan bisa disesuaikan dengan bagaimana transaksi yang sering mereka lakukan. Termasuk dalam mencatat potongan pembelian, lihat bagaimana metode yang paling efektif dengan kegiatan perusahaan.Tujuan adanya jurnal pembelian adalah untuk memudahkan memonitor semua pembelian dari perusahaan. Maka, tidak masalah apabila perusahaan satu dan lainnya memiliki bentuk jurnal berbeda selama masih mencakup semua transaksi yang terjadi.Secara umum, jurnal pembelian harus memuat:

  1. Waktu
    Dalam jurnal pembelian, perlu ada kolom yang memuat waktu terjadinya transaksi pembelian
  2. Nama
    Kolom berikutnya adalah tempat nama supplier atau kreditur yang melakukan transaksi pembelian secara kredit
  3. Checklist
    Jangan lupa sediakan kolom untuk memberikan tanda checklist sebagai tanda bahwa saldo tersebut telah dipindahkan ke buku besar
  4. Saldo
    Kolom untuk mencatat saldo terkait dengan pembelian barang
  5. Kode rekening
    Pada kolom ini, catat nomor kode rekening atau biasanya disebut juga dengan kode akun untuk memudahkan proses pindah buku
  6. Pembelian kredit
    Ada kolom pembelian kredit yang tidak termasuk dalam pembelian barang dagangan, contohnya apabila membeli perlengkapan secara kredit
  7. Saldo selain pembelian
    Kolom ini untuk mencatat berapa saldo di luar pembelian barang dagangan
  8. Jumlah utang dagang
    Selanjutnya ada kolom untuk mencatat berapa jumlah utang dagang yang terjadi atas pembelian secara kredit.

Bentuk jurnal pembelian di atas lagi-lagi bisa berbeda antara satu perusahaan dan lainnya. Bisa juga di sebuah perusahaan yang sama mengubah bentuk jurnal pembelian mereka setelah trial and error. Hal ini wajar dan tidak masalah.
Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang akuntansi, ERP, atau ingin bisa menjalankan pencatatan dan analisis akuntansi secara serba otomatis, pelajari fitur dari Ukirama di sini.

Ukirama ERP memudahkan ratusan perusahaan mengelola bisnis setiap hari

Jadwalkan Demo

Sindhu Partomo
Sindhu Partomo

Seorang penulis dengan fokus pada Branding dan Digital Marketing

You Might Also Like