banner iklan

Pengertian, Karakteristik, dan Perbedaan dari Produk Bersama dengan Produk Sampingan

pengertian__karakteristik__dan_perbedaan_dari_produk_bersama_dengan_prod

Pernah nggak sih Anda mendengar istilah produk bersama dan produk sampingan? Beberapa dari kalian mungkin hanya mengenal produk yang akan dijual lalu dibeli konsumen dengan harga yang telah ditentukan. Namun, dari sisi perusahaan baik perusahaan manufaktur, jasa, maupun dagang mereka memiliki penggolongan masing-masing mengenai produk. Produk-produk tersebut antara lain adalah produk bersama dan produk sampingan. 

Pengertian

Produk bersama atau yang juga dikenal dengan joint product adalah berbagai jenis produk yang dihasilkan secara bersamaan atau serempak menggunakan satu atau beberapa raw material (bahan baku), labor, dan fasilitas pabrik yang sama. Maka dari itu, produk bersama memiliki struktur biaya yang sama satu sama lain karena dibuat dari dan dengan proses yang sama. Dengan biaya yang bersifat homogen maka nilai atau harga jual serta kuantitas dari masing-masing produk biasanya sama dan tidak ada produk yang dianggap superior dari produk lain. Contoh sederhananya adalah ketika proses penyulingan minyak bumi. Produk yang dihasilkan dari proses bersama tersebut ada tiga yaitu minyak mentah, minyak tanah, solar, hingga bensin. Bila Anda perhatikan produk-produk tersebut memiliki harga jual yang relatif sama.Namun, bila dalam sebuah proses produksi menghasilkan dua produk dengan nilai jual serta kuantitas yang berbeda maka produk-produk tersebut bukan lagi dikategorikan sebagai produk bersama. Produk tersebut dinamakan dengan produk sampingan dan produk utama. Produk utama atau main product dianggap sebagai produk yang merupakan tujuan utama perusahaan beroperasi. Tentunya, main product berkuantitas dan berharga jual lebih tinggi dari produk sampingan atau by product. Dari penggolongan tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa produk sampingan adalah sebuah produk yang terbuat dari proses pembuatan produk utama. Produk sampingan bukanlah hasil utama yang diinginkan perusahaan namun tidak dapat dihindari dari proses pengolahan produk karena sifat bahan yang digunakan. Oleh karena itu, produk sampingan biasanya akan berharga lebih kecil dengan kuantitas yang lebih sedikit ketimbang produk utama.Contohnya adalah pada proses penggergajian kayu. Perusahaan ingin membuat kayu lapis dan papan kayu sebagai produk utama mereka. Namun, serbuk-serbuk yang dihasilkan selama proses penggergajian tersebut bisa diolah lalu dijual atau dimanfaatkan sebagai lem pembentuk papan atau pulp yang diolah kertas. 

Karakteristik

Setelah mengetahui pengertian dari produk bersama dan produk sampingan, pasti Anda mulai menerka-nerka karakteristik masing-masing produk. Secara sederhana, berikut ini adalah karakteristik dari produk bersama (joint product) dan produk sampingan (by product).

  1. Produk Bersama
  1. Produk bersama yang dihasilkan secara bersama menggunakan faktor produk yang juga sama akan memiliki hubungan fisik yang erat satu sama lain. Ketika Anda mencoba untuk menambah kuantitas maupun harga jual dari salah satu produk, maka produk lain juga akan mengalami hal serupa. 
  2. Produk bersama atas dasar proses serta biaya produk yang sama, maka tidak dikenal produk yang memiliki nilai lebih signifikan. Semua produk dalam produk bersama dianggap sama dan setara. 
  3. Dalam proses produksi produk bersama, dikenal istilah titik pisah yang digunakan untuk memisah produk-produk yang dibuat secara bersamaan melalui bahan baku, tenaga kerja, serta biaya overhead yang juga sama. 
  4. Ketika produk bersama telah melewati split-off atau titik pisah, maka produk sudah menjadi produk yang berbeda dan berdiri sendiri. Beberapa sudah bisa langsung dijual, beberapa masih perlu diolah untuk menghasilkan produk yang lebih baik. Itulah mengapa harganya relatif sama dengan kemungkinan berbeda yang kecil dalam kapasitas yang tidak terlalu besar. 

Karakteristik produk bersama dan produk sampingan tentu berbeda. Terutama dalam konteks nilai dan kuantitas yang tentunya berbeda. Berikut ini adalah karakteristik dari produk sampingan. 

  1. Produk Sampingan
    1. Produk sampingan dihasilkan secara bersamaan dengan produk utama dalam suatu proses produksi, namun, perusahaan tidak memiliki intensi untuk membuat produk ini.  
    2. Produk sampingan memiliki nilai jual yang lebih kecil dari pada produk utama. Selain itu, kuantitas dari produk sampingan juga jauh lebih sedikit dari main produk yang dibuat perusahaan. 
    3. Produk sampingan memerlukan proses lebih lanjut sebelum siap digunakan atau dijual. 
    4. Produk sampingan tidak pernah tercipta tanpa adanya proses produksi untuk pembuatan produk utama. Hal ini karena produk sampingan tercipta dari bahan baku produk utama. 

Itulah karakteristik dari produk bersama dan sampingan. Setelah mengetahui hal tersebut, tentunya Anda bisa menebak apa saja sih perbedaan dari kedua produk ini. 

Perbedaan

Perbedaan yang terlihat secara jelas dari produk bersama dan produk sampingan adalah dari sisi nilai jual serta kuantitasnya. Nilai jual dan kuantitas dari produk bersama tidak bisa ditentukan lebih besar atau lebih kecil karena semua produk relatif sama. Sedangkan produk sampingan, dapat dipastikan akan memiliki nilai jual serta kuantitas yang lebih sedikit karena dihasilkan dari pembuatan produk utama.Selain itu, secara umum, produk bersama tidak harus diolah lebih lanjut sebelum dijual. Walau tak menutup kemungkinan, beberapa produk bersama harus diolah lagi agar berkualitas lebih baik. Sedangkan, produk sampingan harus diolah lagi agar bisa dijual dan memiliki nilai yang lebih tinggi.Perbedaan selanjutnya adalah metode hitung biaya produk. Produk bersama memanfaatkan tiga jenis metode yaitu metode harga pasar, metode unit kuantitas, dan metode harga pokok per unit. Sedangkan produk sampingan hanya menggunakan dua jenis metode yaitu metode tanpa harga pokok (tidak menghitung harga pokok produk sampingan) dan metode dengan harga pokok (menghitung harga pokok produk sampingan).Metode harga pasar secara sederhana adalah menggunakan harga jual sebagai harga pokok. Metode unit kuantitas adalah alokasi biaya berdasarkan jumlah kuantitas yang diproduksi. Sedangkan metode harga pokok per unit adalah metode menentukan harga berdasarkan jumlah pesanan. Itulah ulasan singkat mengenai produk bersama dan produk sampingan. Mulai dari pengertian, karakteristik, dan perbedaannya. Gimana? Apakah kini Anda sudah mengerti tentang keduanya? Coba diingat kembali, apakah produk yang Anda beli kemarin atau beberapa hari lalu tergolong produk sampingan atau produk bersama? Semoga artikel ini bermanfaat ya!


You Might Also Like